Xiaomi Ikut Pasar Mobile Gaming Lewat Black Shark

Cahyandaru Kuncorojati    •    Sabtu, 14 Apr 2018 15:16 WIB
gamesxiaomi
Xiaomi Ikut Pasar Mobile Gaming Lewat Black Shark
Smartphone gaming pertama Xiaomi, Black Shark.

Jakarta: Tren mobile gaming jelas membuat vendor smartphone semakin pede mendalaminya. Razer boleh jadi yang pertama mengklaim menciptakan smartphone gaming pertama, tapi kini Xiaomi mulai mengejar.

Setelah beberapa kali beredar informasi soal smartphone gaming Xiaomi bernama Black Shark kini perangkat tersebut telah resmi diperkenalkan hari ini.

Director of Product Management and Marketing Xiaomi Global Donovan Sung yang sempat beberapa kali hadir saat peluncuran smartphone Xiaomi di Indonesia juga mengumumkan kabar tersebut lewat cuitan di Twitter.
 
Berdasarkan informasi GSM Arena, Black Shark ke depannya kemungkinan menjadi sub-brand Xiaomi untuk gaming. Black Shark yang dirilis kali ini mengusung ukuran layar 5,99 inci rasio 18:9 dengan panel layar IPS LCD beresolusi Full HD+.

Wajah Xiaomi Black Shark terlihat biasa saja, namun bagian punggungnya hadir dengan desain yang unik dengan logo huruf S warna hitam dengan tepian hijau. Desain logo ini langsung mengingatkan pada smartphone gaming sekaligus logo dari Razer.

Desain punggunya disebutkan memiliki bidang silang sebagai grip untuk membuat genggaman tangan penggunanya nyaman. Disebutkan juga bahwa mikrofon yang ada dengan mudah digunakan sekaligus radio chat saat bermain tanpa membuat game tersendat.

Sayangnya, tidak diketahui berapa refresh rate layar Xiaomi Blaxk Shark. Berbeda dengan smartphone gaming Razer yang hadir dengan refresh rate 120Hz, sehingga menyajikan tampilan yang lebih real, smooth, tapi juga mengonsumsi daya baterai lebih besar.



Dapur pacu Xiaomi Black Shark hadir dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 845 menggunakan core Kryo 386 dan GPU Adreno 630. Untuk kapasitas RAM dan memori internalnya smartphone ini hadir dengan dua varian: 8GB RAM/128GB dan 6GB RAM/64GB.

Sistem operasi yang digunakan sudah mengadopsi Android Oreo dengan antamuka JOY UI. Pada bagian kameranya tersedia kamera ganda di belakangnya dengan resolusi 12MP dan 20MP dan kamera depannya dibekali sensor beresolsui 20MP.

Kapasitas baterainya sendiri dibekali 4.000 mAh, sama seperti kapasitas baterai Razer Phone. Xiaomi sendiri menyebutkan sudah menyiapkan aksesoris tambahan berupa joystick yang bisa dipasang di ujungnya.



Xiaomi menyebutkan bahwa Black Shark akan dijual pada tanggal 20 April 2018 di negara asalnya terlebih dahulu dengan harga CNY3.499 (Rp7,8 juta) untuk varian 8GB RAM/128GB dan CNY2.999 (Rp6,6 juta) untuk 6GB RAM/64GB. Aksesoris joystick dijual terpisah dengan harga CNY179 atau sekitar Rp400 ribu.


(MMI)

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat
Review Smartphone

Samsung Galaxy A9, Si Unik Berkamera Empat

1 day Ago

Samsung mengakhiri tahun 2018 dengan ponsel inovatif dalam hal kamera dengan dukungan empat kam…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.