Kominfo Ingin Perangi Berita Palsu via Edukasi Masyarakat

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 28 Nov 2016 21:23 WIB
kominfoundang-undang ite
Kominfo Ingin Perangi Berita Palsu via Edukasi Masyarakat
Dirjen Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan.

Metrotvnews.com, Jakarta: Cara terbaik untuk meminimalisir penyebaran berita palsu adalah dengan melakukan edukasi pada masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Dirjen Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan saat ditemui di Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Semuel mengakui, pendidikan tinggi tidak menjamin seseorang tidak bisa tertipu oleh berita hoax. Tidak hanya itu, pemerintah juga tidak memiliki kendali atas Google atau media sosial seperti Facebook dan Twitter sebagai platform penyebaran konten.

Karena itu, menurutnya, cara terbaik untuk mencegah penyebarah hoax adalah dengan mengedukasi pengguna internet.

Alasan lain mengapa Semuel merasa edukasi adalah cara terbaik mengatasi penyebaran berita palsu adalah karena ada banyaknya konten yang ada di internet, sehingga pemerintah tidak mungkin menyaring semua informasi tersebut. Dengan melakukan revisi UU ITE, salah satu tujuan pemerintah adalah untuk menjadikan internet sumber informasi terpercaya.

Agar tidak tertipu oleh berita palsu, salah satu hal penting yang harus diperhatikan, menurut Semuel adalah penulis berita. Hal lain yang harus diperhatikan adalah bagaimana masyarakat menerima berita tersebut.

"Saya tidak akan percaya sebuah berita di internet jika saya tidak bisa membuktikannya sendiri, membaca dari sumber yang terpercaya," katanya.

Selain itu, dia juga mendorong agar seseorang tidak sekadar membaca bagian judul dan segera membagikannya. Sebaliknya, para pengguna internet diminta untuk kritis dan melakukan cek dan ricek sebelum membagikan berita.

Masyarakat juga harus dapat membedakan opini dan fakta. "Jangan sampai opini jadi berita," katanya. "Orang memang punya kebebasan untuk berbicara, tapi jangan sampai menuduh." Dia berharap, masyarakat lebih berhati-hati dalam membaca berita.

"Kalau beritanya tidak terverifikasi, ya jangan percaya," ujarnya. Hal inilah yang membuatnya percaya, media online juga perlu ditata. 

"Masyakarat harus lebih cerdas dalam memilih informasi," kata Semuel. Dia ingin masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan internet. Dia menganggap, internet harus bisa dipercaya. Karena jika tidak, maka tidak ada orang yang mau menggunakan internet. Dan hal ini dapat membuat ekonomi digital menjadi tidak berjalan. 

Sejak pemilu AS, muncul perdebatan tentang peran media sosial seperti Facebook dan Twitter dalam membiarkan penyebaran berita palsu. Google telah berjanji akan memerangi berita palsu menggunakan iklan. Begitu juga dengan Facebook


(MMI)

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s
Review Smartphone

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s

2 days Ago

Polytron Prime 7s hadir dengan desain tipis dan ringan serta berkesan elegan, namun didukung ba…

BERITA LAINNYA
Video /