Kaspersky Tuduh Microsoft Persulit Developer Antivirus

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 14 Nov 2016 11:49 WIB
microsoftkaspersky
Kaspersky Tuduh Microsoft Persulit Developer Antivirus
Kaspersky tuduh Microsoft persulit pesaing untuk bersaing dalam pasar anti-virus. (FOTO ANTARA/Audy Alw)

Metrotvnews.com: Kaspersky Lab ingin Microsoft berhenti bermain curang dan memberikan kesempatan pada perusahaan yang lebih kecil sepertinya untuk bersaing dalam pasar antivirus yang kompetitif.

Minggu lalu, perusahaan asal Moscow tersebut memasukkan protes dengan badan antitrust di Uni Eropa, Rusia dan kawasan lain terkait tindakan Microsoft yang Kaspersky klaim anti-kompetisi.

Kaspersky menuduh Microsoft menyalahgunakan posisinya sebagai pemimpin pasar untuk memaksa pengguna memakai antivirus Microsoft Defender, dan pada saat yang sama, menyulitkan pesaing untuk memberikan produk mereka pada pelanggan.

"Kami rasa, Microsoft telah menggunakan posisinya sebagai perusahaan dominan di pasar sistem operasi untuk menciptakan keuntungan bagi produknya sendiri," kata CEO dan Founder Kaspersky, Eugene Kaspersky. "Microsoft juga menciptakan rintangan bagi pesaing untuk masuk ke pasar."

Menurut Dark Reading, Kaspersky menyebutkan beberapa masalah yang menunjukkan tindakan monopoli yang dilakukan Microsoft.

Salah satu masalah yang diprotes Kaspersky adalah kebiasaan Microsoft unuk mengubah Settings pada Windows 10, melakukan uninstall pada aplikasi pihak ketiga dan menggantinya dengan aplikasi Microsoft tanpa persetujuan pengguna.

Misalnya, saat pengguna melakukan upgrade ke Windows 10, Microsoft secara otomatis akan menonaktifkan software keamanan yang "tidak kompatibel" dan memasang Defender sebagai gantinya. Sementara developer software hanya diberikan waktu 7 hari sebelum rilis Windows 10 untuk membuat software mereka kompatibel dengan OS baru itu. 

Karena itu, tidak heran jika banyak produk yang terpasang pada sistem yang tidak kompatibel, kata Kaspersky.

Ketika pengguna memiliki antivirus yang kompatibel, Windows 10 akan mengeluarkan notifikasi, meminta pengguna untuk mengklik tombol untuk mengaktifkan Defender. Namun, setelah Anda mengklik tombol tersebut, ia akan menonaktifkan produk antivirus lain pada komputer, klaim Kaspersky.

Microsoft juga mempersulit pengguna Windows 10 untuk tahu kapan lisensi antivirus mereka habis. Dengan begitu, mereka tidak bisa memperbaruinya tepat waktu. Ketika lisensi penggunaan habis, Microsoft akan menonaktifkan produk itu dan mengaktifkan Defender.

"Tindakan Microsoft memperburuk keadaan konsumen dan membunuh ekosistem pengembang independen, mereka juga merusak kepercayaan pelanggan pada Microsoft," kata Kaspersky. 

Kaspersky Lab ingin badan antitrust di berbagai negara untuk membuat Microsot menyediakan versi Windows baru dan memberikan update pada developer independen dengan lebih cepat sehingga mereka bisa menyesuaikan produk mereka pada sistem operasi Microsoft.

Selain itu, Kaspersky Lab juga ingin Microsoft secara eksplisit memberitahu pengguna akan adanya software yang tidak kompatibel pada PC mereka ketika mereka melakukan upgrade OS dan mereka perlu untuk memasang versi yang kompatibel dari software itu.

Terakhir, Kaspersky Lab ingin para regulator memastikan Microsoft tidak mengaktifkan Windows Defender secara otomatis tanpa izin dari pengguna. 


(MMI)

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s
Review Smartphone

Menjajal Lebih dalam Polytron Prime 7s

5 days Ago

Polytron Prime 7s hadir dengan desain tipis dan ringan serta berkesan elegan, namun didukung ba…

BERITA LAINNYA
Video /