Situs Pemantau Nuklir Lumpuh oleh Serangan DDoS

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 12 Sep 2016 13:51 WIB
cyber security
Situs Pemantau Nuklir Lumpuh oleh Serangan DDoS
Ilustrasi pembangkit listri tenaga nuklir. (Wikipedia)

Metrotvnews.com: Pada hari Rabu lalu, situs Project on Crowdsourced Satellite Imagery dilumpuhkan dengan serangan Distributed Denial of Service (DDoS). Serangan ini terjadi 2 hari sebelum Korea Utara melakukan uji nuklir besar-besaran di tanggal 9 September.

"Waktunya mencurigakan," kata Melissa Hanham, senior research associate, Center for Nonproliferation Studies di Middlebury Institute of International Studies. "Ini juga mengesalkan."

Center meluncurkan situs ini di bulan Mei. Mereka ingin membeli gambar dari tempat-tempat sensitif seperti Shahrud Missile Test Facility di Iran dari perusahaan satelit komersil.

Wired menyebutkan, dengan membandingkan gambar sebelum dan sesudah para analis foto atau sukarelawan mungkin bisa menemukan tanda-tanda bahwa ada masalah di tempat tersebut. Grup ini telah mengunggah gambar dari sesuatu yang diduga senjata kimia di Myanmar dan pelabuhan kapal selam di Korea Utara yang membuat misil balistik yang mungkin akan membawa nuklir.

Dulu, gambar satelit merupakan sesuatu yang hanya bisa diakses oleh pemerintah AS dan Rusia. Seiring dengan harga gambar satelit yang menurun dan kualitas yang menjadi semakin baik, organisasi non-pemerintah juga mulai dapat menggunakan informasi tersebut.

Serangan pada situs Project on Crowdsourced Satellite Imagery dimulai pada hari Rabu sore, kata Hanham. Server dari situs itu dilumpuhkan. "Kami mulai melakukan restart dan perusahaan keamanan kami mencari tahu tentang serangan ini," kata Hanham. 

Hanham tidak menjelaskan siapa pihak yang melakukan serangan ini. Namun, dia yakin serangan ini bukanlah akibat kesalahan teknis pada komputer atau server. Dia berkata, Center sempat mengalami lonjakan trafik di hari Rabu yang berakhir dengan DDoS di tengah malam. Amazon Web Services mengonfirmasi bahwa server situs ini memang menjadi korban dari serangan DDoS.

Pihak yang diduga melakukan serangan ini adalah Korea Utara dan Rusia karena keduanya memiliki kepentingan untuk mencegah masyarakat mengetahui apa yang terjadi di situs nuklir mereka.


(MMI)

Ini Cara Bedakan Galaxy Note 7 Lama dengan Versi Terbaru

Ini Cara Bedakan Galaxy Note 7 Lama dengan Versi Terbaru

4 days Ago

Melalui situs resminya, Samsung memberitahukan pihaknya telah memberikan tanda khusus untuk mem…

BERITA LAINNYA
Video /