Di India, Melihat Situs yang Diblokir Bukan Tindakan Ilegal

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 09 Sep 2016 07:21 WIB
internet
Di India, Melihat Situs yang Diblokir Bukan Tindakan Ilegal
Di India, melihat situs yang diblokir bukanlah hal yang ilegal.

Metrotvnews.com: Setelah beberapa waktu, Pengadilan Tinggi Bombay memutuskan bahwa mengakses situs yang diblokir bukanlah kegiatan ilegal, dan pelakunya tidak akan dihukum penjara.

SpicyIP, situs publikasi hukum, melaporkan bahwa Justice Pastel dari Pengadilan Tinggi Bombay membuat perintah baru untuk mengklarifikasi perintah dari pengadilan sebelumnya.

Perintah itu meminta para ISP atau penyedia internet untuk mengganti bahasa yang mereka gunakan dalam pesan yang ditampilkan di situs yang diblokir sehingga pesan tersebut tidak lagi menjadi ambigu.

Menurut Gadgets NDTV, pihak pengadilan sebelum ini telah meminta para ISP untuk menampilkan pesan yang menjelaskan mengapa sebuah situs diblokir dan atas dasar apa. Pengadilan juga memerintahkan agar pada pesan itu dituliskan pasal terkait regulasi hak cipta. Dengan begitu, diharapkan, seorang pengguna bisa mengerti mengapa sebuah situs diblokir.

Sebelum ini, Tata, penyedia internet, berargumen bahwa memberikan pesan yang terkustomisasi pada situs yang diblokir adalah hal yang tidak mungkin dilakukan. Namun, Tata adalah satu-satunya ISP yang menyebutkan hal ini. Pengadilan lalu memberi perlakuan khusus untuk Tata. Hal inilah yang memunculkan pesan bahwa melihat situs yang diblokir dapat menyebabkan seseorang dipenjara. 

Ketika itu, beberapa media salah mengartikan pesan yang Tata buat dan menyebabkan sebuah kontroversi dan ketakutan di masyarakat. Namun, sekarang telah ditetapkan bahwa melihat situs yang telah diblokir bukanlah tindakan ilegal.

"Mengunjungi situs apapun, bahkan jika ia adalah situs yang diblokir, bukanlah kegiatan ilegal baik di bawah Pasal Hak Cipta tahun 1957 atau Pasal Teknologi Informasi tahun 2000," kata Prasanth Sugathan, Pengacara dari Software Freedom Law Centre India, komunitas terdaftar yang mengatasi masalah yang terkait hukum dan teknologi. "Satu-satunya pengecualian adalah jika seseorang melihat pornografi anak."


(MMI)

Video /