Kargoku Resmi Meluncur, Siap Optimalkan Truk Logistik

Lufthi Anggraeni    •    Sabtu, 08 Oct 2016 17:07 WIB
startup
Kargoku Resmi Meluncur, Siap Optimalkan Truk Logistik
Martin Nababan, CEO & Founder Kargoku.

Metrotvnews.com, Jakarta: Tpedia Nusantara resmi meluncurkan aplikasi Kargoku, hari ini, Sabtu (8/10/16), di Workroom Coffee, Cikini. Aplikasi ini bertujuan menghadirkan kemudahan bagi pemilik barang atau kargo dan pemilik jasa logistik untuk dapat saling bertemu satu sama lain.

"Kemacetan menjadi masalah utama di bidang efisiensi biaya logistik. Dari truk logistik yang aktif mengantar barang, 40 persen truk kembali ke kota asal dalam keadaan kosong. Hal ini yang juga memperbesar biaya logistik tersebut," ujar CEO & Founder Kargoku, Martin Nababan.

Kargoku hadir atas dasar kondisi penggunaan internet yang semakin tinggi di Indonesia, serta bertambah banyaknya kehadiran startup baru yang mendapatkan investasi. Pemberian investasi tersbeut turut memberikan dampak positif bagi perkembangan bisnis digital di Indonesia.

Pemilihan bidang logistik, menurut Kargoku, sebagai salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan bisnis atau perusahaan. Menurut data dari LPI, logistik di Indonesia masih tertinggal dari sejumlah negara tetangga, menduduki peringkat 63.

Melalui aplikasi dan layanan di situs, Kargoku menawarkan kemudahan bagi pemilik kargo dalam menemukan kendaraan truk yang sesuai dengan kebutuhan dan harga yang diinginkan. Penawaran ini juga diklaim akan bermanfaat bagi pemilik kendaraan truk logistik.

Menggunakan sistem lelang terbuka dalam prosesnya, Kargoku memungkinkan pemilik kargo dan pemilik truk mendapatkan keuntungan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Pemilik kargo dapat memperoleh harga jasa pengiriman yang lebih murah, serta kemudahan dalam hal pembayaran.

Sementara itu, pemilik truk dapat mengurangi jumlah kendaraan yang menganggur, sebab aplikasi ini memungkinkan truk mendapatkan muatan saat kembali dari kota tujuan pengantaran ke kota asal. Dengan demikian pemilik truk juga akan mendapatkan pendapatan tambahan.

Martin juga menyebut, akan mengkaji pertumbuhan dan keberhasilan aplikasi ini di Indonesia selama satu tahun mendatang, sebelum memutuskan untuk merambah ke negara lainnya. Selain itu, Martin juga mengaku tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan sejumlah pihak di luar pelaku industri logistik, termasuk pemerintah dan BUMN.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.