Google Jauhi Pemblokir Iklan yang Jualan Iklan

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 15 Sep 2016 20:52 WIB
google
Google Jauhi Pemblokir Iklan yang Jualan Iklan
Google menghentikan hubungan bisnis dengan ComboTag, yang bekerja sama dengan AdBlock Plus.

Metrotvnews.com: Google mengumumkan akan menghentikan hubungan bisnisnya dengan ComboTag, platform pembeli iklan yang bekerja sama dengan AdBlock Plus. Keputusan Google ini didorong oleh pengumuman AdBlock Plus dan ComboTag terkait penawaran iklan web kepada konsumen.

"Fakta bahwa AdBlock Plus beralih dari perusahaan pemblokir iklan menjadi pendorong iklan merupakan pengembangan yang kurang menyenangkan bagi kami," ujar Senior VP of Ads and Commerce Google, Sridhar Ramaswamy pada presentasinya di konferensi Dmexco, di Cologne, Jerman.

Pembatalan hubungan bisnis ini diumumkan Ramaswamy ditujukan pada pengumuman AdBlock Plus dan ComboTag mengumumkan kerja sama yang menghadirkan pertukaran iklan baru yang akan menempatkan iklan khusus di hadapan pengguna AdBlock Plus, seperti yang dilaporkan Adage.

Namun, pengguna dilaporkan masih dapat memilih untuk memblokir semua iklan, bahkan iklan yang dikhususkan atau dijual oleh AdBlock Plus, melalui pengaturan software. Kerjasama AdBlock Plus dan ComboTag ini juga mengklaim akan melibatkan Google dan AppNexus pada pertukaran iklan ad-block tersebut.

Ini menjadi langkah lanjutan dari keputusan Google sebelumnya, untuk memblokir AdBlock Plus pada peramban miliknya, yaitu Chrome. Keputusan tersebut diambil Google setelah protes terkait kemunculan iklan di perambannya tersebut dinilai mengganggu oleh pengguna yang mengadukannya via Twitter.

Sementara itu, AdBlock Plus mengklaim telah memiliki lebih dari 100 juta pengguna, yang dinilainya sebagai konsumen internat yang menjadi target cakupan pengiklan. Menanggapi hal ini, Google berpendapat industri ini perlu menghadirkan standar periklanan yang menawarkan solusi yang mampu berkompromi dengan pengguna internet.

Selain itu, Ramaswamy menilai saat ini terlalu banyak penerbit yang terlalu mengkhawatirkan dan terfokus pada target pendapatan jangka pendek. Sejatinya, lanjut Ramasway, hal tersebut dapat menghilangkan ketertarikan konsumen terhadap iklan mereka.


(MMI)