Pembayaran Seharusnya Tidak Lagi Jadi Masalah E-Commerce

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 29 Nov 2016 13:17 WIB
teknologie-commerce
Pembayaran Seharusnya Tidak Lagi Jadi Masalah E-Commerce
Acara workshop Harbolnas 2016, di Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Metrotvnews.com, Jakarta: Pembayaran dianggap sebagai salah satu masalah utama dalam e-commerce.

Namun, VP of Community Management, Midtrans, Diera Yosefina Hartono merasa, saat ini, opsi pembayaran yang diberikan oleh e-commerce telah cukup banyak, sehingga dapat memenuhi permintaan dari masyarakat yang metode pembayaran favoritnya berbeda-beda. 

Hal yang sama disampaikan oleh Marketing Director Uangku Fanny Verona saat ditemui di Artotel dalam acara workshop Harbolnas, Selasa (29/11/2016).

Sayangnya, sementara opsi pembayaran yang diberikan oleh e-commerce telah beragam, opsi pembayaran dalam social commerce -- transaksi jual-beli yang dilakukan melalui aplikasi pengirim pesan atau media sosial -- masih kurang. Padahal, dari total market share, penetrasi e-commerce hanya mencapai 20 persen, sementara social commerce mencapai 80 persen.

Para pelaku social commerce inilah target yang ingin disasar oleh Uangku, yang merupakan mobile wallet. "Kami mencoba untuk mengganti kebiasaan pengguna, yang tadinya menggunakan uang cash atau kartu, menjadi pakai ponsel," kata Fanny.

Namun, Diera menjelaskan, Midtrans tidak memiliki rencana untuk menyediakan jasa mobile wallet. Salah satu alasannya karena penyedia mobile wallet di Indonesia sudah cukup banyak. Fanny memperkirakan, Bank Indonesia telah memberikan lisensi penyedia mobile wallet kepada 21 pihak.

Dia memperkirakan, sekitar satu tahun lalu, BI telah berhenti mengeluarkan lisensi untuk mobile wallet. Dengan begitu, pihak yang ingin menawarkan layanan mobile wallet tapi belum mendapatkan lisensi harus melakukan akuisisi penyedia mobile wallet yang sudah memiliki lisensi.

Fanny menjelaskan, penyedia mobile wallet yang tidak memiliki lisensi hanya akan dapat melakukan transaksi jual-beli di dalam ekosistemnya sendiri. "Mobile wallet itu hanya bisa digunakan untuk membayar jasa yang disediakan oleh pihak tersebut," katanya. Hal ini berarti, ia tidak akan bisa berkembang. Padahal, menurutnya, seharusnya mobile wallet dapat digunakan untuk membayar semua jenis layanan, seperti restoran.

Menurut Diera, mobile wallet adalah metode pembayaran yang cocok untuk remaja atau orang yang tidak memiliki akun bank, terutama karena menggunakan mobile wallet tidak memerlukan persyaratan umur, seperti saat seseorang hendak membuat akun bank. Namun, dia mengakui, melakukan edukasi tentang cara pembayaran pada pengguna mungkin akan sulit. 


(MMI)

Mengulik Ponsel Berdaya 13 Jam LG X Power
Review Smartphone

Mengulik Ponsel Berdaya 13 Jam LG X Power

1 week Ago

LG X Power memang memiliki baterai yang awet dan dapat mengisi baterai dengan cepat. Sayangnya,…

BERITA LAINNYA
Video /