Cara CEO YouTube Selesaikan Masalah Kesetaraan Gender

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 20 Mar 2017 11:35 WIB
youtube
Cara CEO YouTube Selesaikan Masalah Kesetaraan Gender
CEO YouTube, Susan Wojcicki. (AP Photo/Reed Saxon)

Metrotvnews.com: Meskipun dikenal sebagai tempat dari perusahaan-perusahaan teknologi ternama, SIlicon Valley juga dikenal dengan masalah kesetaraan gender yang ada. Untuk mengatasi masalah itu, CEO YouTube, Susan Wojcicki menjelaskan langkah apa saja yang harus diambil.

Kepada Vanity Fair, Wojcicki menjelaskan 3 cara utama untuk menarik dan mempertahankan pekerja wanita. Mengingat dia berhasil meningkatkan presentase pekerja wanita di YouTube dari 24 persen menjadi 30 persen dalam waktu kurang dari 3 tahun, terlihat jelas bahwa Wojcicki tidak sekadar bicara omong kosong. Dengan posisinya sebagai CEO, dia juga bisa mengimplementasikan cara-cara ini.

Langkah pertama adalah CEO harus memprioritaskan kesetaraan gender. Wojcicki berkata, tidak cukup bagi CEO untuk menyadari bahwa ada masalah terkait kesetaraan gender. Untuk dapat mengubah keadaan, CEO harus menjadikan kesetaraan gender sebagai prioritas utama.

"Memperkaya keberagaman, sama seperti prioritas lainnya, membutuhkan kerja yang berdedikasi, tujuan yang jelas, analisa yang komprehensif dan transparansi di perusahaan," ujar Wojcicki, seperti yang dikutip dari Hello Giggles.

Dia menjadikan CEO Netflix, Reed Hastings sebagai contoh. Hastings mendukung pegawainya mengambil cuti demi keluarga. Hal ini tidak hanya mendukung usahanya untuk mempertahankan pekerja wanita di perusahaannya, tapi juga mempertahankan pekerja lainnya. Selain itu, apa yang dia lakukan mendorong perusahaan lain untuk melakukan hal yang sama.

Kedua, Wojcicki berkata, perusahaan harus mendukung grup wanita. Dia berkata, perusahaan dapat meringankan beban untuk wanita dengan mendonasikan uang pada organisasi yang dipimpin oleh wanita atau mendukung wanita atau mengirimkan pegawai perempuan ke seminar atau berbagai acara pelatihan. Dengan dukungan dan pelatihan, perubahan yang nyata bisa dicapai.

Terakhir, CEO harus menggunakan kekuasaannya untuk mempekerjakan dan membantu para wanita. Wojcicki mencontohkan Bill Campbell, yang sempat menjadi mentor dari banyak orang di Silicon Valley.

Wojcicki bercerita, ketika ada sebuah pertemuan semi-rahasia antara para pemimpin perusahaan teknologi, dia tidak diundang meskipun dia adalah CEO dari salah satu perusahaan terbesar di dunia. Campbell menyadari hal ini. Kaget, dia lalu menggunakan pengaruhnya untuk mengundang Wojcicki. 


(MMI)