Demi Masuk Tiongkok, Facebook Tanam Perangkat Sensor Konten

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 23 Nov 2016 10:44 WIB
facebook
Demi Masuk Tiongkok, Facebook Tanam Perangkat Sensor Konten
Facebook dilaporkan akan menghadirkan akan alat penyensoran untuk merambah pasar Tiongkok.

Metrotvnews.com: Facebook akan menghadirkan alat penyensoran yang dapat menyembunyikan unggahan terkait topik yang dilarang oleh pemerintah Tiongkok. Namun, Facebook diperkirakan akan menggandeng pihak ketiga lokal untuk menghadirkan alat tersebut.

Kehadiran alat ini menjadi salah satu upaya Facebook untuk dapat merambah pasar Tiongkok, setelah mengalami pelarangan beroperasi oleh pemerintah negeri Tirai Bambu tersebut. Kerja sama dengan pihak ketiga lokal dinilai langkah sesuai untuk dapat mencegah kehadiran konten yang melanggar peraturan pemerintah dengan lebih baik.

Alat penyensoran ini dinilai dapat membuka akses bagi Facebook ke pasar Tiongkok, yang akan berdampak pada peningkatan jumlah pengguna dan pendapatan iklan. Namun, alat ini juga diperkirakan akan menimbulkan potensi terjadinya pelanggaran terhadap hak asasi manusia.

Sebab, kemampuan melacak pengguna yang mengunggah protes atau komentar negatif terkait pemerintah berpotensi untuk mendapatkan reaksi keras, bahkan menerima hukuman dari pemerintah Tiongkok. Tiongkok dikenal masyarakat luas sebagai negara dengan peraturan berkomentar yang ketat jika dibandingkan dengan negara lain.

Menurut New York Times, sejumlah pegawai Facebook yang mengembangkan produk ini telah mengundurkan diri. Hingga saat ini, Facebook belum menunjukan tanda akan menawarkan alat penyensoran ini kepada pihak pemerintah Tiongkok, ataupun memberikan detil spesifik terkait cara kerja alat ini.

Tech Crunch memperkirakan, salah satu ide Facebook untuk merambah pasar Tiongkok ini tidak akan menyapa konsumen di negara tersebut, meski Mark Zuckerberg menilai kehadiran akses ke Facebook dapat menguntungkan bagi masyarakar Tiongkok.

Sebelumnya, Facebook telah mengizinkan perusahaan Tiongkok untuk membeli kolom iklan dan akan ditampilkan di wilayah yang tidak melarang akses Facebook. Keputusan pemerintah Tiongkok melarang Facebook juga dilaporkan didasari kekhawatiran media sosial ini akan memperkuat komunitas dalam melancarkan protes terhadap pemerintah.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.