Setelah Bekerja 20 Tahun, Insinyur Mikroprosesor Keluar dari Intel

Riandanu Madi Utomo    •    Senin, 24 Jul 2017 16:14 WIB
intel
Setelah Bekerja 20 Tahun, Insinyur Mikroprosesor Keluar dari Intel
Salah satu insinyur mikroporsesor Intel keluar (AP Photo/Paul Sakuma)

Metrotvnews.com: Salah satu insinyur mikroprosesor Intel, François Piednoël, baru saja dilaporkan telah meninggalkan perusahaan pembuat mikroprosesor tersebut. Pengumuman tersebut dikemukakan oleh Piednoël melalui akun Twitter resminya. Ia mengatakan sudah tidak lagi bekerja untuk Intel dan akan memulai "petualangan baru" dalam karirnya. Lalu apa peran Piednoël di Intel selama ini?

Piednoël merupakan salah satu insinyur mikroprosesor yang namanya paling tersohor saat ini. Menurut TechPowerUp, Piednoël terlibat dalam berbagai pengembangan mikroprosesor paling penting di Intel, mulai dari Sandy Bridge, Ivy Bridge, Haswell, Broadwell, Skylake, dan Kaby Lake. Selain itu, ia juga dikabarkan ikut terlibat dalam pengembangan mikroprosesor transisi dari Pentium 4 ke Intel Core series yang menandakan penggunaan sistem arsitektur baru.
 


Pindahnya Piednoël memang cukup mengejutkan industri prosesor. Pasalnya, ia pindah secara tiba-tiba di tengah gentingnya persaingan antara Intel dengan AMD. Meski demikian, keluarnya Piednoël bukan karena persaingan tersebut.

Piednoël telah mengonfirmasi bahwa dirinya tidak pindah ke AMD. Hingga saat ini, belum ada yang tahu ia akan bekerja dimana. Tentu saja, banyak pihak yang mendukungnya untuk kembali bekerja di industri mikroprosesor.


(MMI)

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2
Review Smartphone

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2

2 weeks Ago

Xiaomi masuk industri smartphone selfie dengan merilis Xiaomi Redmi S2. Begini performanya. …

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.