Lawan Pembajakan Konten, Facebook Akuisisi Source3

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 25 Jul 2017 11:09 WIB
media sosialfacebook
Lawan Pembajakan Konten, Facebook Akuisisi Source3
Facebook serius perangi pembajakan konten. (Softpedia)

Metrotvnews.com: Facebook telah mengakuisisi startup yang akan membantu mereka untuk mengatasi masalah pembajakan dan pengguna yang membagikan konten tanpa izin. Source3 adalah startup yang mengembangkan teknologi untuk mendeteksi properti intelektual yang dibagikan oleh pengguna internet tanpa izin. 

Menurut Recode, Facebook mengakuisisi teknologi yang dikembangkan dan sebagian dari tim di balik Source3, yang mengumumkan perjanjian ini di situsnya. Juru bicara Facebook menolak untuk berkomentar terkait nilai akuisisi ini. Berdasarkan database TechCrunch, Source3 baru saja mendapatkan pendanaan sebesar USD4 juta (Rp53,3 miliar). 

Selama ini, Facebook memang harus menghadapi masalah konten bajakan. Dua tahun lalu, mereka mengumumkan keberadaan Rights Manager, teknologi yang digunakan untuk mendeteksi dan menghapuskan video yang dibagikan oleh orang-orang yang tidak memiliki hak untuk itu. YouTube menawarkan fitur serupa, meski lebih canggih, yang dinamai Content ID. 

Pada bulan April, Facebook menawarkan opsi lain pada pemegang hak cipta. Mereka bisa membiarkan konten mereka yang dibajak tampil dan mendapatkan uang dari penonton yang didapatkan oleh video bajakan tersebut. 

Keputusan Facebook untuk mengakuisisi Source3 merupakan bukti bahwa Facebook belum berhasil menyempurnakan teknologi manajemen hak cipta mereka. Nanti, Facebook ingin agar platform-nya menjadi tempat untuk video profesional. Mereka bahkan bersedia membayar studio film untuk membuat video eksklusif untuk media sosialnya. Namun, kreator video tidak akan mau memberikan video mereka jika orang lain bisa mencuri konten mereka dan mendapatkan untung dengan membajak kontennya.

"Kami tidak sabar untuk bekerja dengan tim Source3 dan belajar dari pengalaman yang mereka dapatkan terkait properti intelektual, hak cipta dan merek dagang," ujar juru bicara Facebook dalam sebuah pernyataan resmi. "Seperti biasa, kami akan fokus untuk memasatikan hubungan kerja sama kami dengan rekan berjalan dengan baik."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.