Dibobol, Situs Perselingkuhan Harus Bayar Rp149 Miliar

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 17 Jul 2017 17:53 WIB
security
Dibobol, Situs Perselingkuhan Harus Bayar Rp149 Miliar
Ilustrasi. (Carl Court/Getty Images)

Metrotvnews.com: Dua tahun setelah situsnya diretas, Ashley Madison masih harus menghadapi masalah yang ditimbulkan oleh peretasan yang mengekspos data jutaan penggunanya.

Induk perusahaan dari situs yang mempertemukan orang-orang yang hendak mencari selingkuhan ini tetap berkeras bahwa mereka tidak melakukan kesalahan.

Namun, mereka setuju untuk menyelesaikan tuntutan yg mengatasnamakan 37 juta pengguna yg datanya dibocorkan ke dark web. Ruby Corp rela untuk membayar USD11,2 juta (sekitar Rp149 miliar) untuk menyelesaikan tuntutan tersebut, walau angka itu masih belum mendapat persetujuan dari hakim federal di St. Louis. 

Menurut Reuters, peretasan data ini membuat Ruby Corp kehilangan lebih dari seperempat penghasilannya. Selain menyelesaikan tuntutan yg muncul karena peretasan data ini, Ruby Corp juga harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk memperkuat keamanan mereka dengan tujuan menarik hati para pengguna baru. 

Selain membayar pengguna yang dirugikan oleh peretasan ini, Ruby Corp juga harus membayar denda dari Komisi Dagang Federal atau FTC dan 13 negara bagian sebesar USD1,6 juta tahun lalu. 

Orang-orang yg datanya bocor dalam peretasan ini bisa mendapatkan uang hingga USD3.500, tergantung pada seberapa baik dokumentasi yg mereka buat terkait kehilangan yang mereka alami akibat kebocoran data ini.

Mengingat situs Ashley Madison mendorong penggunanya untuk berselingkuh, uang pengganti yang diberikan ini mungkin tak sebanding dengan kehilangan yang dirasakan oleh sebagian korban. 


(MMI)

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT
Review Game

Penggemar Sejati Final Fantasy Boleh Main Dissidia Final Fantasy NT

15 hours Ago

Dissida Final Fantasy NT merupakan game sekaligus fan service bagi penggemar dan pengikut setia…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.