Bose Dituduh Kumpulkan Data Pelanggan Tanpa Izin

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 21 Apr 2017 15:20 WIB
bose
Bose Dituduh Kumpulkan Data Pelanggan Tanpa Izin
Bose dituduh mengumpulkan data pelanggan tanpa izin. (REUTERS/Mike Blake)

Metrotvnews.com: Perusahaan audio, Bose menggunakan sebuah aplikasi untuk mengumpulkan kebiasaan pelanggannya dan memberikan informasi tersebut pada pihak ketiga tanpa sepengetahuan atau izin dari penggunanya, menurut dokumen tuntutan yang dimasukkan ke pengadilan Chicago pada hari Selasa. 

Dalam tuntutan tersebut, Bose dituduh telah melanggar Hukum Penyadapan dan berbagai hukum privasi lainnya. DItambahkan, konten audio yang seseorang dengarkan bisa menjadi jendela dari kehidupan dan pandangan seseorang, lapor Fortune

"Pilihan audio seseorang -- termasuk musik, siaran radio, Podcast dan pilihan ceramah -- dapat memberikan informasi pada sifat, kebiasaan, pandangan politik dan identitas seseorang," tulis tuntutan tersebut. Juga tertulis bahwa rekaman audio seseorang mungkin mengandung konten terkait orientasi seksual atau agamanya. 

Pemimpin tuntutan ini adalah seorang pria bernama Kyle Zak, yang mengklaim bahwa dia mengikuti saran Bose untuk memaksimalkan fungsi headphone miliknya dengan mengunduh aplikasi Bose Connect dan memberikan informasi seperti nama, nomor ponsel dan alamat emailnya.

Zak berusaha untuk merepresentasikan para pemilik headphone lain terkait pengumpulan informasi pribadi oleh Bose. Menurut tuntutan ini, Bose membuat kumpulan informasi berupa kebiasaan dan konten audio yang pelanggannya dengarkan dan memberikan informasi tesrebut pada perusahaan marketing.

Salah satunya adalah perusahaan asal San Francisco bernama Segment yang dalam situsnya menawarkan untuk "mengumpulkan semua data pelanggan Anda dan mengirimkannya ke siapapun." Dalam tuntuntan tersebut, tertulis bahwa kasus ini bernilai lebih dari USD5 juta (Rp66,6 miliar).

Bose membantah tuduhan ini.

"Kami akan memerangi pencemaran nama baik dan tuduhan salah yang dibuat terhadap kami melalui hukum," ujar juru bicara Bose. Dia menambahkan, Bose telah menghubungi konsumen mereka untuk menenangkan mereka. Pengguna Bose memang bisa menggunakan  headphone tanpa aplikasi smartphone yang ditawarkan. Namun, aplikasi tersebut menawarkan opsi yang lebih banyak tentang penggunaan headphone


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.