iPhone X Akhirnya Muncul, Seperti Apa?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 13 Sep 2017 06:49 WIB
appleiphone
iPhone X Akhirnya Muncul, Seperti Apa?
Apple iPhone X.

Metrotvnews.com: Apple baru saja meluncurkan iPhone X, smartphone paling premium dengan layar edge-to-edge.

Meluncur bersama iPhone 8 dan 8 Plus, smartphone ini baru akan masuk pasar satu bulan setelah kedua ponsel tersebut. Ponsel premium Apple ini akan dihargai mulai dari USD999 dan hadir dalam 2 varian, yaitu memori 64GB dan 256GB. 

iPhone X sudah bisa dipesan per 27 Oktober dan mulai dipasarkan pada 3 November. Dengan layar edge-to-edge, Apple menempatkan kamera depan dan sensor Face ID baru di bagian atas. Selain itu, 3 iPhone baru dari Apple ini merupakan iPhone pertama yang mendukung fitur pengisian baterai tanpa kabel. 

"Selama 10 tahun terakhir, kami terus mengeluarkan inovasi baru, membawa kita ke momen ini, ketika kita bisa menciptakan perangkat yang jauh lebih cerdas, memiliki kemampuan jauh lebih baik dan jauh lebih kreatif dari sebelumnya," ujar CEO Apple, Tim Cook.

Apple menggunakan kaca untuk bagian depan dan belakang dari iPhone X dengan stainless steel pada sisi-sisinya. Ia tahan air dan akan tersedia dalam 2 warna, yaitu space gray dan silver. Layarnya memiliki kepadatan pixel paling tinggi, yaitu 458ppi, jika dibandingkan dengan iPhone lainnya. Karena itulah, Apple menyebut layarnya sebagai "Super Retina display". 



iPhone X memiliki layar 5,8 inci dengan resolusi 2.436 x 1.125. Ia merupakan iPhone pertama yang menggunakan layar OLED. Phil Schiller, SVP of Worldwide Marketing, Apple berkata, "Layar ini adalah layar OLED pertama yang cukup baik untuk digunakan pada iPhone." Sama seperti iPhone 8, iPhone X juga dilengkapi dengan teknologi layar True Tone. 

Untuk pertama kalinya, Apple menghilangkan tombol Home, menggantinya dengan swipe ke atas dari bagian bawah ponsel. Apple juga tidak lagi menggunakan sensor sidik jari Touch ID. Sebagai gantinya, Apple menggunakan metode yang disebut Face ID. Seperti namanya, metode ini berfungsi untuk membuka kunci ponsel dengan wajah Anda sebagai kunci. 

Face ID didasarkan pada teknologi yang menggabungkan sistem inframerah pada kamera depan dan flood illuminator yang akan mengeluarkan cahaya ke wajah Anda sehingga ponsel bisa mengenali wajah Anda bahkan saat dalam gelap. Apple bahkan mengembangkan neural engine khusus untuk bertanggung jawab atas fitur pengenalan wajah secara real-time.

Menurut Apple, Facebook jauh lebih aman dari Touch ID. Fitur autentikasi baru ini juga bisa digunakan untuk Apple Pay dan aplikasi pihak ketiga yang sudah mendukung Touch ID. Meskipun Apple mengklaim fitur ini lebih aman, sempat ada kekhawatiran bahwa menjadikan wajah sebagai alat untuk autentikasi identitas akan membahayakan keamanan pengguna, terutama karena kini, kamera ponsel pun dapat menangkap gambar yang jernih. 

iPhone X memiliki dua kamera belakang dengan resolusi 12MP. Selain itu, kedua kamera iPhone ini sudah dilengkapi dengan fitur OIS (Optical Image Stabilization). Apple menyebutkan, sensor dari ponsel ini lebih besar dari generasi sebelumnya.



Kamera utama memiliki aperture f/1.8 sementara lensa telephoto memiliki aperture f/2.4. Di tengah kedua kamera ini, terdapat flash quad-LED True Tone yang diklaim akan menghasilkan pencahayaan dua kali lipat dari flash sebelumnya. Ponsel ini juga sudah dapat merekam video 4K dan memiliki stereo speaker

Apple menggunakan prosesor A11 Bionic, sama seperti iPhone 8 dan 8 Plus. Ia memiliki 2 core performa, 4 core efisiensi baterai dan GPU pertama yang Apple desain. Ia adalah sebuah system-on-chip dengan 6 core yang hampir sepenuhnya dibuat oleh Apple. Selain itu, Apple juga telah melakukan optimasi pada proses internal dan hardware imaging untuk mendukung aplikasi augmented reality via ARKit. 

iPhone X sudah mendukung pengisian baterai tanpa kabel, Qi, yang juga telah digunakan pada iPhone 8 dan smartphone flagship dari Samsung dan LG. iPhone X juga sudah dapat menggunakan LTE Advanced dan Bluetooth 5.0, sama seperti Galaxy S8. iPhone X dengan memori 64GB dihargai USD999 sementara varian memori 256GB dihargai USD1,149. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.