DJI Siapkan Rp400 Juta untuk Retas Drone

Mohammad Mamduh    •    Selasa, 29 Aug 2017 12:11 WIB
drone
DJI Siapkan Rp400 Juta untuk Retas Drone
DJI Spark

Metrotvnews.com: Produsen drone asal Tiongkok, DJI mengumumkan program pencarian celah keamanan untuk produk mereka.

Dalam blog resminya, program DJI Threat Identification Reward ini punya hadiah antara USD100 sampai USD30 ribu (Rp1,3 juta sampai Rp400) untuk siapapun yang berhasil menemukan celah keamanan drone buatan DJI.

Program ini merupakan salah satu langkah yang DJI ambil demi meningkatkan sistim keamanan drone. Besaran hadiah yang diberikan bergantung pada berapa besar ancaman yang dibuat, dan hacker atau siapapun yang ingin mencari celah keamanan ini boleh berpartisipasi. 

"Peneliti keamanan siber, mahasiswa, dan ahli independen sering memberikan kontribusi yang baik dalam menganalisis aplikasi DJI," kata Walter Stcokwell, Director of Technical Standards DJI dalam keterangan resminya.

"DJI ingin belajar dari pengalaman mereka, dan kami terus meningkatkan kualitas produk, dan kami rela membayar mereka dalam setiap temua yang ada." Sebenarnya, bukan hanya DJI yang menjalankan program serupa. Beberapa perusahaan perangkat teknologi menawarkan bayaran yang menarik untuk mereka yang bisa membobol sistim keamanan yang terpasang.

Langkah ini DJI ambil setelah ada hacker yang berhasil membobol aplikasi mereka. Hacker bisa memasang bug dan exploit agar drone dapat terbang melebihi kecepatan dan ketinggian yang ditentukan. Hal ini cukup berbahaya, terutama ketika drone berada di wilayah yang sensitif seperti bandar udara.

Di saat yang sama, DJI membangun situs yang akan menjelaskan secara rinci seperti apa program tersebut, dan wadah khusus untuk menampung laporan yang sudah ada. Program ini akan diawasi langsung oleh tim internal DJI, dan dari sini nantinya akan lahir versi terbaru dari aplikasi drone.

Dikutip dari Digital Trends, belum diketahui apakah hacker akan tertarik untuk mengikuti program ini. Sebagian pihak juga ada yang menanggapinya secara skeptis, termasuk salah satu hacker dengan nama bin4ry.

Dalam diskusi dengan Motherboard, ia menyebutkan, cukup aneh melihat DJI meluncurkan program tersebut. Padahal, selama ini DJI dianggap sebagai perusahaan yang kurang peduli terhadap komunitasnya.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.