Brian Krzanich Lepas Jabatan CEO Intel

Cahyandaru Kuncorojati    •    Jumat, 22 Jun 2018 10:41 WIB
intel
Brian Krzanich Lepas Jabatan CEO Intel
Brian Krzanich. (David Becker/Getty Images)

Jakarta: CEO Intel Brian Krzanich menyatakan mundur dari jabatannya sekaligus dari jajaran direksi Intel.

Dikutip dari AnandTech, jabatan CEO Intel sementara akan diisi oleh CFO Bob Swan. Meskipun begitu, Intel tidak menjelaskan alasan pengunduran diri Krzanich sepenuhnya dari perusahaan tersebut.

Informan dalam di Intel yang membocorkan informasi ke CNBC menyebutkan bahwa Krzanich sebetulnya dipaksa mundur oleh perusahaan prosesor tersebut karena melanggar kode etik perusahaan yang berlaku untuk karyawan sekaligus manajer di Intel.

Dikabarkan, Intel mengetahui bahwa di masa lalu saat Krzanich mengisi jabatan manajerial pernah menjalin hubungan dengan karyawannya. Hal ini disebut sebagai sebuah pelanggaran kode etik di perusahaan tersebut.

Krzanich adalah sosok yang cukup penting bagi Intel sejak bergabung di tahun 1982 sebagai process engineer, sebelum akhirnya naik menjadi COO di tahun 2012 dan CEO di tahun 2013. Dia berjasa memperuas portofolio Intel mulai dari produk FPGA, IoT, Mobile, Wireless, Autonomous Vehicle, Networking, 3D Xpoint Memory, dan banyak lagi.

Di bawah kepemimpinan Krzanich, Intel juga membawa visi Intel dari PC-centric business ke arah data-centric business, serta mengembangkan jangkauan produk dan layanan Intel ke beragam aspek, termasuk dunia esport. Sejak menjabat menjadi CEO di tahun 2013, rata-rata pendapatan perusahaannya meningkat 120 persen.

Sayangnya, tahun lalu Krzanich tidak berhasil mencapai target Intel untuk merilis produk prosesor berbasis fabrikasi 10nm serta diterpa kasus celah keamanan diproduknya yang rentan diserang malware Meltdown dan Spectre.

Kasus itu menuai kontroversi. Diketahui Krzanich akhirnya menjual saham di Intel dan dinilai oleh beberapa pihak sebagai langkah oportunis. Dampak dari mundurnya Krzanich adalah saham Intel hari ini sempat anjlok 1,8 persen.


(MMI)

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One
Review Smartphone

Nokia 6.1 Plus, Pilihan Pemburu Android One

10 hours Ago

Nokia 6.1 Plus jadi smartphone Android One yang layak menjadi pilihan di antara merek lainnya.…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.