Panos Panay Ingin Buat Surface Sebesar Ponsel

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 04 Oct 2018 10:51 WIB
microsoftmicrosoft surface
Panos Panay Ingin Buat Surface Sebesar Ponsel
Gambar mockup dari perangkat Surface yang bisa dimasukkan ke kantong. (konsep: David Breyer)

Jakarta: Sejak lama, Chief Product Officer Microsoft, Panos Panay bermimpi membuat perangkat Surface yang bisa dimasukkan ke dalam kantong. 

Sebelum ini, Panay menganggap Surface Mini dengan layar 7 inci sebagai sesuatu yang "mengagumkan". Namun, pada akhirnya, Microsoft memutuskan untuk tidak membuat perangkat itu, mengingat ia tidak jauh berbeda dengan tablet-tablet yang dirilis empat tahun lalu. 

Ini tidak menghentikan mimpi Panay. Selama dua tahun belakangan, Microsoft tampaknya sibuk mengembangkan perangkat Surface yang bisa dimasukkan ke dalam kantong, yang saat ini memiliki nama kode Andromeda. Sejauh ini, hanya beredar berbagai paten dan gambar mock-up dari perangkat itu. 

"Itu adalah proyek favorit saya," kata Panay dalam wawancara dengan The Verge.

"Kami akan berinovasi dan membuatnya ketika produknya telah sempurna. Kami tidak bisa membuat kategori baru dan tidak memberikan apa yang konsumen butuhkan." 

Saat ini, belum ada kebutuhan akan kategori baru tersebut. Masih belum diketahui apakah ada orang-orang yang tertarik dengan perangkat itu atau apakah Microsoft akan bisa meyakinkan konsumen untuk menggunakan PC mini dan smartphone pada saat yang sama.

Microsoft perlu bisa menawarkan cara penggunaan yang sama sekali berbeda dari perangkat yang telah ada. Sejauh ini, Microsoft sukses untuk membuat Surface Pro sehingga ia menjadi lebih dari sekadar tablet dan menjadikan Surface Studio sebagai  PC All-in-One yang tidak biasa. 

"Sekarang, kita melihat bagaimana orang-orang menggunakan produk-produk ini dengan cara yang mengejutkan saya," kata Panay.

"Saya rasa, Surface Hub 2 telah siap. Saya pikir, semua bentuk yang belum Anda lihat, kami harus membuatnya dengan benar dan kami harus memastikan kami membuatnya dengan sempurna."

Kesempurnaan yang Panay maksud akan menggabungkan software dan hardware. Panay juga mengimplikasikan akan adanya Surface Studio modular dan bagaimana produk seperti Surface Studio 2 dan Surface Headphones bisa menggabungkan software dan hardware dengan baik.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.