Kebocoran Data, Facebook Kena Denda Rp24,3 Triliun?

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 02 Oct 2018 15:29 WIB
media sosialfacebook
Kebocoran Data, Facebook Kena Denda Rp24,3 Triliun?
Facebook mungkin akan kena denda dari Uni Eropa. (Photo by Lionel BONAVENTURE / AFP)

Jakarta: Facebook mengaku bahwa sistemnya diretas minggu lalu. Peretasan itu memengaruhi 50 juta pengguna.

Sebanyak kurang dari 10 persen dari 50 juta orang itu tinggal di Uni Eropa, menurut kicauan yang dibuat oleh Komisi Perlindungan Data Irlandia (DPC), yang bertanggung jawab atas regulasi privasi di keseluruhan Uni Eropa. 

Meskipun begitu, Facebook tetap terancam terkena denda maksimal sebesar USD1,63 miliar (Rp24,3 triliun) atau 4 persen dari total pendapatan tahunan mereka pada tahun fiskal lalu, yang mencapai USD40,7 miliar (Rp614 triliun).

Facebook akan terkena denda itu jika Uni Eropa menganggap bahwa langkah yang mereka ambil untuk melindungi data pengguna kurang memadai. 

"Kami bekerja sama dengan para regulator, termasuk Komisi Perlindungan Data Irlandia, untuk memberikan informasi awal terkait masalah keamanan yang diumumkan pada hari Jumat lalu," kata Facebook sebagai jawaban dari kicauan IDPC.

"Setelah kami mengonfirmasi lokasi dari orang-orang yang terpengaruh peretasan ini, kami akan memberikan informasi lebih lanjut."

Facebook melaporkan terjadinya peretasan pada para regulator pada hari Jumat setelah mereka menyadari adanya serangan pada hari Selasa.

Penting bagi Facebook untuk melaporkan peretasan yang terjadi dalam waktu kurang dari 72 jam jika mereka tidak mau mendapatkan denda ekstra sebesar 2 persen dari total pendapatan perusahaan global. 

Peretasan terbaru ini cukup canggih. Para hacker menggabungkan tiga bug pada profil dan fitur pengunggahan video dan privasi pada Facebook untuk mencuri token akses dari 50 juta pengguna.

Token akses itu bisa digunakan oleh para penyerang untuk mengambil alih akun pengguna dan berpura-pura menjadi sang korban di Facebook, Instagram dan situs-situs lain yang bisa dimasuki via Facebook. 

Di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika juga telah melayangkan surat kepada Facebook untuk memberikan penjelasan tentang peretasan ini. 


(MMI)

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan
Review Mouse Gaming

Roccat Kone AIMO, Premium Pakai Kecerdasan Buatan

1 day Ago

Roccat Kone AIMO digolongkan sebagai mouse gaming premium dengan fitur yang sangat pantas dimil…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.