Pasar Drone Komersil Tumbuh Pesat di Indonesia

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 09 Jul 2018 22:36 WIB
dronedji
Pasar Drone Komersil Tumbuh Pesat di Indonesia
DJI Agras MG-1. (Medcom.id)

Jakarta: Pasar drone komersil di Indonesia memiliki potensi besar.

Alasannya karena beberapa industri yang menggunakan drone -- seperti agrikultur, pertambangan, minyak dan gas -- merupakan industri besar yang mendukung perekonomian Indonesia. Hal ini diungkap oleh Eli Moselle, CEO Halo Robotics, distributor drone DJI di Indonesia.

"Indonesia adalah salah satu negara terbaik bagi industri drone komersil untuk tumbuh dan berkembang," kata pria yang akrab dengan panggilan Eli ini saat ditemui di Wisma Aldiron, Jumat 6 Juli 2018.

Memang, saat ini, bisnis utama DJI masih ada pada drone konsumen dan profesional. Namun, pasar drone komersil juga menunjukkan pertumbuhan besar.


"Jumlah penjualan drone konsumen memang sangat bagus. Namun, tingkat pertumbuhan penjualan mulai menurun," katanya.

"Sementara untuk drone komersil, kami melihat penggunaan drone komersil akan meningkat secara eksponensial. Banyak perusahaan yang kini menggunakan drone untuk meningkatkan keamanan, mengurangi biaya dan juga meningkatkan produktivitas."


"Selama penggunaan drone bisa meningkatkan produktivitas dan menekan biaya operasional, perusahaan akan terus membeli drone," kata Eli.

Halo Robotics sendiri berusaha untuk tidak hanya menjual drone, tapi solusi lengkap yang mencakup hardware, seperti drone, sensor dan kamera, software dan juga pelatihan.


Controller DJI Agras MG-1. (Medcom.id)


"Hardware, software dan pelatihan adalah tiga hal yang menjadi fokus kami," kata Eli.

Sementara itu, DJI berusaha untuk mengembangkan ekosistem dengan drone buatannya sebagai pusatnya. DJI bekerja sama dengan perusahaan pihak ketiga untuk mengembangkan aksesori -- seperti kamera dan sensor -- atau software untuk drone buatan mereka.


"Setelah DJI sukses mengembangkan ekosistem, maka momentum mereka akan sulit untuk dihentikan," katanya.

Di lapangan Wisma Aldiron, Halo Robotics mendemonstrasikan beberapa drone milik DJI. Dua diantaranya adalah drone yang ditujukan untuk perusahaan, yaitu Matrice 200 dan Agras MG-1. Dilengkapi dengan tangki, drone Agras dapat digunakan untuk menyiram tanaman di kawasan perkebunan.
 
Sementara Matrice 200 -- yang drone-nya saja dihargai Rp130-150 juta -- dapat digunakan untuk berbagai fungsi, tergantung pada kamera yang terpasang pada drone tersebut. Salah satu fungsinya adalah untuk pemetaan perkebunan.

Managing Director Halo Robotics, Johannes Soekidi menjelaskan, di atas kertas, baterai Matrice 200 bisa bertahan untuk penerbangan selama 38 menit. Namun, angka ini bisa berkurang, tergantung pada kamera yang dibawa.

"Jika membawa satu kamera, Matrice bisa terbang selama 35 menit. Sementara jika membawa dua kamera, ia bisa terbang selama sekitar 28-29 menit," kata Johannes.


DJI Matrice 200. (Medcom.id)

Selain pemetaan, Matrice 200 juga bisa digunakan oleh PLN untuk memeriksa SUTET. Hal ini menurut Johannes, akan membuat proses pemeriksaan SUTET menjadi lebih aman.

Jika dipasang dengan kamera thermal, Matrice juga bisa digunakan untuk memeriksa keamanan suatu kawasan atau untuk mencari orang yang hilang.

Biasanya, dia bercerita, Basarnas (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan) hanya mendengar kabar orang hilang dari warga sekitar. Dengan bantuan drone lengkap dengan kamera thermal, Basarnas akan dapat mencari orang hilang lebih mudah.



(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.