Google Play Store Mulai Promosi Aplikasi Lite dan Android Go

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 03 Apr 2018 17:09 WIB
google
Google Play Store Mulai Promosi Aplikasi Lite dan Android Go
Google mulai mempromosikan aplikasi Lite dan Android Go pada toko aplikasinya.

Jakarta: Google mulai mempromosikan aplikasi versi Lite dan Android Go pada toko aplikasinya, Google Play Store.

Sebagai contoh, jika ingin menginstal aplikasi Facebook, pengguna akan menemukan pengingat kecil pada daftar aplikasi Facebook, menampilkan Facebook Lite sebagai salah satu opsi.

Versi Facebook Lite ini berukuran 1,6MB, jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan versi lengkap dari aplikasi tersebut, berukuran 60MB.

Mengetuk opsi View di bagian bawah pengingat akan mengarahkan pengguna ke daftar Facebook, yang didampingi dengan aplikasi Lite lain seperti Skype Lite dan Twitter Lite.

Google juga menampilkan rekomendasi untuk aplikasi Google Android Go di Google Play Store. Aplikasi ini diciptakan untuk perangkat Android Go, umumnya hanya didukung oleh RAM berkapasitas 1GB, dan dipasarkan dengan harga di bawah USD100 (Rp1,3 juta).

Sejumlah aplikasi populer Google seperti YouTube, Gmail, Google Maps, dan Google Search telah tersedia dalam versi Go.

Pada sejumlah ponsel, pengguna akan menemukan pengingat dari aplikasi versi Go di Google Play Store, yang dapat diinstal dengan konsumsi ruang penyimpanan lebih sedikit.

Namun sebagai informasi, sejumlah aplikasi Android Go tidak tersedia di negara atau perangkat tertentu. Google baru-baru ini mengumumkan ketersediaan dukungan audiobook di Google Play Book, untuk meningkatkan pengalaman penggunaan dan penawaran penyesuaian lebih baik dari Audible dan iBooks.

Sebelumnya, Google juga mengumumkan bahwa mereka akan menutup layanan penyingkat URL, goo.gl. Mereka menyebutkan para pengguna baru dan anonim tidak lagi bisa membuat tautan menggunakan layanan goo.gl mulai tanggal 13 April mendatang.

Sementara itu, Alphabet menjadi salah satu perusahaan yang ingin menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan produksi makanan. Divisi X dari perusahaan induk Google itu mengungkapkan bahwa mereka tengah berusaha untuk menemukan cara untuk membantu para petani menjadi lebih produktif menggunakan machine learning atau pembelajaran mesin. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.