Google Loon dan Wing Kini Jadi Perusahaan Mandiri

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 13 Jul 2018 14:32 WIB
google
Google Loon dan Wing Kini Jadi Perusahaan Mandiri
Loon adalah proyek balon untuk memancarkan internet. (Wikimedia Commons)

Jakarta: Proyek dari Google X, Loon dan Wing, kini tidak lagi berada di bawah Google X dan telah menjadi perusahaan mandiri di bawah induk perusahaan Google, Alphabet. Captain of Moonshots, X, Astro Teller menyampaikan hal ini melalui sebuah artikel di Medium.

"Hari ini, berbeda dari hari ketika proyek-proyek X dimulai, Loon dan Wing tidak lagi terdengar gila -- dan berkat kerja keras juga pengujian tanpa henti yang mereka lakukan, keduanya kini lulus dari X untuk menjadi dua bisnis mandiri di bawah Alphabet: Loon dan Wing," tulis Teller, seperti yang dikutip dari TechCrunch.

Loon dan Wing -- yang diluncurkan pada 2013 dan 2014 -- telah mengalami perkembangan yang cukup pesat sejak ia diajukan sebagai ide yang dianggap mustahil.

Loon adalah proyek untuk menerbangkan sekumpulan balon untuk memancarkan internet di kawasan terpencil. Tahun lalu, Loon berhasil membantu orang-orang yang terkena dampak banjir di Peru. Selain itu, mereka juga membantu korban dari angin topan Maria di Puerto Rico.

Sementara Wing adalah layanan pengantar menggunakan drone otonom yang diharapkan akan dapat menurunkan emisi karbon dioksida. Mereka telah menguji drone ini dengan menggunakannya untuk mengirimkan makanan di Australia.

Pada bulan Mei ini, Departemen Transportasi AS memilih Wing sebagai salah satu dari sepuluh tim untuk mengembangkan teknologi drone dalam Program Percobaan Integrasi Sistem Pesawat Tanpa Awak.

Dalam pernyataannya, Teller mengumumkan bahwa Alastair Westgarth akan menjadi CEO Loon sementara Wing akan memiliki James Ryan Burgess sebagai CEO dan Adam Woodworth sebagai CTO.

Sebelum ini, ada beberapa perusahaan di bawah Alphabet yang berasal dari X, seperti Waymo, perusahaan yang mengembangkan mobil otonom dan Chronicle, platform analitik keamanan siber.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.