Perusahaan Kamera RED akan Luncurkan Ponsel Berlayar Holografi

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 21 May 2018 12:25 WIB
smartphone
Perusahaan Kamera RED akan Luncurkan Ponsel Berlayar Holografi
Hydrogen One buatan RED.

Jakarta: Ponsel Hydrogen One buatan perusahaan kamera digital RED akan diluncurkan musim panas ini. Ponsel ini akan menggunakan Android sebagai sistem operasinya. Satu fitur unik yang ada pada ponsel ini adalah fitur "layar holografi". 

Layar holografi ini dapat memproyeksikan gambar 3D yang bisa dilihat penggunananya tanpa harus menggunakan kacamata khusus.

Tidak hanya itu, pengguna juga bisa melihat gambar ini dari samping dan belakang. Anda bahkan bisa berinteraksi dengan proyeksi gambar menggunakan gerakan tangan khusus. 

The Verge menjelaskan bahwa Hydrogen One memiliki bodi yang sangat besar, lebih besar dari iPhone 8 Plus. Ponsel ini dilengkapi dengan port USB-C, speaker stereo dan port audio jack. Hydrogen One memiliki desain khas produk industri.

RED membuat ponsel ini dengan dua bahan. Ponsel yang dibuat dari aluminium dihargai USD1.195 (Rp17 juta) sementara ponsel dengan bahan titanium dihargai USD1.595 (Rp22,6 juta). 



Pendiri RED, Jim Janard menjelaskan bahwa Hydrogen One memiliki lapisan khusus di bawah layar LCD yang dapat mengarahkan cahaya ke berbagai arah.

Selain itu, ia dilengkapi algoritma yang menggabungkan berbagai sudut yang ditangkap oleh dua kamera ponsel. Inilah yang memungkinkan ponsel memberikan pengalaman holografik 4-view. 

Dalam acara bersama media, RED membahas tentang sistem kamera modular pada ponselnya. Sayangnya, seperti yang disebutkan oleh 9to5Google, RED tidak menjelaskan informasi detail terkait ponsel buatannya.

Mereka hanya membahas rencana mereka untuk meluncurkan modul yang "pada dasarnya adalah sensor kamera besar". Setelah itu, RED berharap bahwa mereka suatu hari ponsel mereka akan mendapatkan dukungan lensa DSLR dari Fuji, Canon, Nikon, Leica dan perusahaan kamera lain. 

Modul untuk Hydrogen One bisa dipasang pada ponsel dengan pogo-pins yang ada pada bagian bawah perangkat, serupa dengan pogo-pins yang ada pada lini Z milik Motorola. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.