Dompet Digital GrabPay Sekarang Dikelola OVO

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 13 Apr 2018 11:25 WIB
grab
Dompet Digital GrabPay Sekarang Dikelola OVO
OVO mengumumkan kerja sama dengan GrabPay Indonesia.

Jakarta: Platform pembayaran dan keuangan bermerek OVO mengumumkan kerja sama dengan GrabPay Indonesia. Kerja sama tersebut akan berlangsung menggunakan entitas – PT Visionet Internasional (PT VI) sebagai perusahaan pemilik OVO, dan merek OVO.

Sebagai bagian dari kerja sama ini, VI bertugas memastikan on-shoring dan keamanan data, kepatuhan terhadap regulasi, dan menjaga sistem risk and compliance. Kerja sama ini juga disebut akan memanfaatkan pengetahuan dan kemampuan teknologi global milik Grab.

"Kami sangat senang dapat bermitra dengan OVO untuk menciptakan platform pembayaran digital yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia," ujar Co-founder dan CEO Grab Anthony Tan.

Kerja sama ini juga disebut Grab sebagai bentuk dukungan dan kontribusinya dengan inisiatif pemerintah dalam mendorong perkembangan ekonomi digital dan masyarakat non-tunai.

Dengan kerja sama ini, Grab juga meyakini dapat memacu dan memimpin perkembangan inklusi keuangan di Indonesia.

Kerja sama ini juga disambut baik Grup Lippo yang menaungi VI, dan mengungkap akan terus berupaya untuk mengembangkan ekosistem yang terbuka melalui kerja sama dengan pihak lainnya di masa mendatang.

Sebagai informasi, OVO saat ini telah tersedia di hampir 80 persen jaringan gerai makanan, dan terus melebarkan sayap ke ekosistem Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta ritel tradisional.

Selain itu, OVO juga disebut telah diterima di 70 persen pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia, termasuk hypermarket, department store, coffee shop, bioskop, penyedia parkir, dan jaringan rumah sakit. Sementara itu, layanan transportasi on-demand Grab tersedia di seluruh Indonesia, dari Banda Aceh sampai Jayapura.

Sementara itu, sebagai kelanjutan dari akuisisi Uber dan Uber Eats di Asia Tenggara, Grab juga mengumumkan tengah terfokus untuk menempatkan perusahaannya sebagai pemain dalam layanan pengantaran makanan di negara Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.