Telkomsel Kembali Gelar NextDev, Ambil Tema Lebih Luas

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 16 Apr 2018 13:55 WIB
telkomseltelekomunikasi
Telkomsel Kembali Gelar NextDev, Ambil Tema Lebih Luas
Pengumuman NextDev tahun ini di Empirica, SCBD. (Medcom.id)

Jakarta: Telkomsel kembali mengadkaan The NextDev, program pencarian dan pengembangan startup Indonesia. The NextDev tahun ini akan terbagi menjadi dua bagian, yaitu Talent Scouting dan Academy. 

The NextDev Academy berisi 20 startup yang menjadi finalis dari kompetisi yang juga Telkomsel adakan tahun lalu. Sementara Talent Scouting merupakan kompetisi untuk mencari startup untuk menjadi bagian dari Academy dari tahun depan. 

CEO Telkomsel, Ririek Adriansyah menyebutkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk industri digital.

Tidak hanya karena Indonesia memiliki penduduk yang banyak -- Indonesia adalah negara dengan populasi terbanyak keempat di dunia dengan jumlah penduduk lebih dari 260 juta orang -- tapi juga karena masyarakat Indonesia juga cukup cepat dalam mengadopsi teknologi baru. 

Saat ditemui di Empirica, SCBD, pria yang akrab dengan panggilan Ririek ini menyebutkan, kali ini, NextDev Talent Scouting akan lebih fokus pada pencarian talenta.

Satu hal yang membedakan program NextDev tahun ini dari tahun-tahun sebelumnya adalah tema yang lebih luas yang dipilih oleh Telkomsel, yaitu social impact

"Tahun ini, kami mengutamakan social impact. Satu yang diharapkan, startup bisa memberikan solusi untuk kehidupan sosial kita agar bisa menjadi lebih produktif," kata Ririek. "Dan memberikan value pada penyedianya."



Sementara itu, Vice President Corporate Communications Adita Irawati menjelaskan perbedaan NextDev dengan kompetisi startup lain yang ada.

"NextDev merupakan bagian dari program CSR (Corporate Social Responsibility) dari Telkomsel. Tentu kami akan lebih spesifik untuk memfasilitasi dan mewadahi startup yang ada di early stage," kata Adita. 

Adita menjelaskan, 20 startup yang menjadi peserta Academy tahun ini adalah startup yang menjadi finalis dari kompetisi NextDev tahun lalu. Finalis dari NextDev Talent Scouting tahun ini akan disertakan dalam Academy tahun depan. 

NextDev Academy merupakan program yang berjalan selama 6 bulan dengan pelatihan intensif selama 10 hari. "Dua puluh startup finalis dari tahun lalu akan ikut program 6 bulan, selama 10 hari mengikuti pelatihan intensif sejak kemarin," katanya. 

Tidak hanya itu, Telkomsel juga menyediakan enam mentor untuk para peserta. Masing-masing mentor itu memiliki keahlian di bidang yang berbeda. Karena itu, setelah pelatihan intensif selama 10 hari berakhir, para peserta akan dicocokkan dengan mentor yang memiliki keahlian sesuai dengan kebutuhan mereka. 

"Tidak hanya memberikan training, tapi juga ada progress tracking," kata Adita. "Para peserta akan selalu dimonitor untuk mengetahui peningkatan yang didapat setelah mengikuti NextDev Academy."

Adita menyebutkan, Telkomsel memang tidak ingin hanya memberikan uang sebagai hadiah. Mereka ingin memberikan kesempatan pada startup untuk membangun jaringan dan juga bertemu dengan investor atau regulator. 

"Satu hal yang membedakan NextDev adalah karena ini tidak hanya terdiri dari kompetisi. Kita masih mengawal finalis dalam wadah akademi, yang memiliki unsur inkubasi dan kompetisi," ujar Adita. Dia menganggap, pelatihan selama enam bulan yang diberikan pada peserta akademi sudah cukup lama bagi startup untuk membangun pondasi mereka. 

"Sudah cukup untuk memberikan pondasi pada startup agar ke depan bisa mendapatkan akses ke market. Akses ke stakeholder. Regulator atau investor," ujarnya. Dia mengaku, Telkomsel tidak mungkin mengawal startup dari NextDev selamanya. "Kami akan memberikan kesempatan ini pada startup baru yang lain."


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.