Konferensi Video akan Jadi Tren Masa Depan

Lufthi Anggraeni    •    Senin, 24 Sep 2018 16:04 WIB
logitech
Konferensi Video akan Jadi Tren Masa Depan
Logitech menyebut bahwa pergeseran generasi milenial mendorong tren kolaborasi video di masa depan.

Jakarta: Logitech menyebutkan, industri kolaborasi video akan menjadi tren yang berkembang di masa depan, didorong oleh jumlah masyarakat milenial yang semakin mendominasi. Semakin banyaknya generasi milenial ini turut berdampak pada perubahan gaya kerja modern.

"Perkembangan tren ini didorong perubahan generasi, yaitu milenial, mengubah gaya kerja menjadi modern. Ini relevan bagi bisnis untuk menghadapi tantangan baru di industri," ujar Head of Product Strategy and Sales Enablement Video Collaboration Logitech Simon Dudley.

Dudley juga berkata, lima tahun mendatang, generasi milenial akan menguasai 75 persen total tenaga kerja dunia. Prediksi ini sendiri sudah diucapkan oleh beberapa ahli. Sedangkan sekarang, sekitar 35 persen pegawai di seluruh dunia bekerja dari luar kantor.

Pergeseran generasi yang berdampak pada perubahan cara kerja dan pemanfaatan teknologi turut memengaruhi pertemuan atau rapat yang diselenggarakan penggiat bisnis. Hal ini mendorong pelaku bisnis untuk memprioritaskan kecepatan pengambilan keputusan sekaligus meningkatkan produktivitas.

Sementara itu, teknologi video conference disebut Dudley turut mendorong tiga tren lainnya pada beberapa tahun mendatang. Tiga tren itu adalah pemanfaatan konferensi video yang semakin luas, munculnya perangkat-perangkat yang lebih mudah digunakan dan semakin banyaknya layanan pendukung video conference.

Menurut Dudley, sekarang, dengan uang lebih sedikit, perusahaan akan mampu untuk memperoleh teknologi video conference yang mungkin tidak dapat didapatkan pada 25 tahun lalu. Dudley mengaku, sistem video conference memang sudah ada sejak lama. Meskipun begitu, teknologi itu tidak diadopsi secara massal selama 25 tahun terakhir.

Perluasan pemanfaatan teknologi video conference juga didorong oleh kian maraknya layanan video conference berbasis komputasi awan atau cloud. Selain itu, perkembangan teknologi ini juga dinilai mendorong kehadiran perangkat yang menawarkan kemudahan penggunaan berkat teknologi otomasi baru lebih canggih.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.