Bagaimana Android Pertama Mengubah Industri Smartphone

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 24 Sep 2018 17:36 WIB
google
Bagaimana Android Pertama Mengubah Industri Smartphone
Android kini menjadi satu-satunya pesaing Apple.

Jakarta: Google pertama kali meluncurkan Android 10 tahun lalu. Perangkat pertama yang menggunakan Android sebagai sistem operasinya adalah HTC Dream, yang disebut T-Mobile G1 di Amerika Serikat. 

HTC Dream jauh dari sempurna. Ia tidak memiliki keyboard virtual atau headphone jack. Namun, perangkat itu sukses untuk mengubah wajah industri perangkat mobile. Dream juga memiliki beberapa fitur yang tidak dimiliki oleh iPhone ketika itu, seperti kamera yang lebih baik dan fitur copy dan paste

Inilah lima hal yang membuat HTC Dream menjadi perangkat yang patut dikenang. 

1. Kustomisasi
Satu hal yang membuat HTC Dream tampil berbeda dari iPhone adalah karena pengguna dapat menyesuaikan tampilan dan bagaimana ponsel ini digunakan. Bagi orang-orang yang mengerti pemprograman, mereka bahkan bisa membuat aplikasi mereka sendiri.

Namun, bagi kebanyakan orang, Dream memungkinkan mereka untuk mengubah tampilan home screen, wallpaper, dan ikon pada ponsel. Apple kemudian mengikuti langkah Google dan membiarkan penggunanya melakukan kustomisasi pada iPhone.

Dream menunjukkan pentingnya kustomisasi pada smartphone. Dan pengguna Dream bisa melakukan kustomisasi dengan cara yang lebih mudah dari Windows Mobile. 

Selain itu, mengingat Android adalah platform open-source, para pembuat smartphone bisa mengubah Android OS dan menyesuaikannya sesuai dengan keinginan mereka. Mereka bisa menambahkan fitur dan aplikasi khusus pada ponsel buatannya. 

Sekarang, fakta bahwa Android adalah sistem terbuka juga menciptakan masalah tersendiri. Pengguna Android menjadi terpecah belah, sebagian menggunakan versi terbaru sementara sebagian yang lain menggunakan versi yang lebih lama. Ini mempersulit pengguna untuk mendapatkan update ketika Google meluncurkan Android baru. 

2. Keberadaan toko aplikasi sejak awal
Beberapa bulan sebelum Dream diluncurkan, Apple merilis iTunes App Store. Namun, ketika Dream dirilis, ia sudah dilengkapi dengan toko aplikasi sendiri. 

Keberadaan Android Market -- yang kemudian akan =menjadi Google Play Store -- berarti para pengguna bisa langsung mengunduh aplikasi dan game yang mereka mau. Ketika itu, terlihat jelas bahwa aplikasi akan memiliki peran penting dalam masa depan industri smartphone



Keterbukaan Android Market memiliki keuntungan dan kelemahan tersendiri. Mengingat proses penyaringan untuk masuk ke Android Market tidak seketat Apple, toko aplikasi Google menawarkan aplikasi yang lebih beragam. Pada saat yang sama, itu berarti kualitas dari aplikasi itu juga tidak sebaik aplikasi untuk iPhone. 

3. Fokus pada ekosistem Google
Kelebihan iPhone adalah karena ia merupakan hardware buatan Apple. Pada dasarnya, iPhone pertama adalah iPod yang juga dapat melakukan panggilan telepon dan mengakses aplikasi seperti pada Mac. Google justru mengambil pendekatan yang bertolak belakang dan fokus pada ekosistem software mereka. 

Melalui Dream, Anda bisa menggunakan Google Search, Gmail dan Maps. Memang, semua aplikasi itu bisa diakes melalui iPhone. Namun, aplikasi-aplikasi itu terintegrasi dengan sangat baik pada Android. Jadi, jika Anda memang sudah sering menggunakan software buatan Google, Anda akan bisa menyesuaikan diri dengan Android dengan mudah. 

4. Menarik perhatian konsumen
Tugas HTC Dream adalah untuk menunjukkan cara kerja "Google Phone". Selain itu, ponsel itu juga mendorong para developer untuk membuat aplikasi sehingga ponsel Android berikutnya akan memiliki lebih banyak aplikasi. 


Tampilan HTC Dream/T-Mobile G1. 

Tidak lama kemudian, muncul smartphone Android dari merek-merek lain, seperti Motorola, Samsung, LG dan bahkan HTC. Semua ponsel ini hadir dalam tampilan dan fitur yang berbeda, mulai dari ukuran layar, dimensi, sampai kamera. 

Tanpa keberadaan HTC Dream untuk menunjukkan bahwa konsumen tertarik untuk membeli ponsel Android, smartphone buatan perusahaan-perusahaan itu mungkin tidak akan ada. 

5. Menjadi pesaing Apple
Salah satu peran kunci HTC Dream/T-Mobile G1 adalah perannya sebagai pesaing iPhone. Markas Google dan Apple hanya terpisah 11 mil dari satu sama lain di Silicon Valley. Keduanya adalah perusahaan teknologi terbesar dengan teknologi paling menarik di dunia. 

Ketika keduanya masuk ke pasar ponsel, keduanya adalah perusahaan baru dan mereka harus bersaing dengan perusahaan raksasa seperti BlackBerry dan Nokia. Ketika iPhone menjadi populer, perusahaan-perusahaan yang membuat platform lama itu tidak bisa berionvasi dengan cepat.

Android lalu muncul. Android tidak hanya baru tapi juga memiliki tampilan yang segar. Selain itu, Google memiliki sumber daya yang cukup untuk bersaing dengan Apple. 

Keberadaan Dream mendorong Apple untuk menjadi lebih baik, membuat iPhone dengan kamera yang lebih baik dan juga fitur copy dan paste. Google begitu sukses sehingga sekarang, Android merupakan satu-satunya pesaing iPhone yang masih tersisa. 


(ELL)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.