ZooPark, Malware Sekaligus Alat Spionase Dunia Siber

Cahyandaru Kuncorojati    •    Selasa, 08 May 2018 15:03 WIB
cyber security
ZooPark, Malware Sekaligus Alat Spionase Dunia Siber
Ilustrasi malware.

Jakarta: Perusahaan keamanan siber Kapersky Lab kembali menemukan malware yang sudah ada sejak lama dan kini semakin berbahaya dengan nama ZooPark.

ZooPark merupakan malware yang sudah ada sejak tahun 2015 dan sejak awal kehadirannya dinilai sangat berbahaya. Mengapa?

Dijelaskan oleh pihak Kapersky Lab, ZooPark merupakan salah satu malware yang digunakan sebagai alat spionase atau mata-mata via dunia siber yang menjangkiti smartphone.

Kaspersky Lab menemukan bahwa ZooPark telah mencapai generasi ke-4 yang benar-benar bisa menggali data pribadi pengguna mulai dari file, galeri foto, password layanan atau aplikasi yang diakses lewat smartphone korban, kata kunci atau pencarian yang ada di peramban internet hingga kendali penuh pada smartphone.

Lebih mengerikannya lagi, Kaspersky Lab mengklaim malware ini bisa membaca data pribadi seperti percakapan di aplikaso WhatsApp maupun Telegram.

Meskipun sejauh penelusuran Kaspersky Lab penyebaran serangannya hanya di sekitar Timur Tengah dengan jumlah korban tidak mencapai 100 perangkat.

"Karena malware ini merupakan bagian dari teknologi spionase siber, target serangannya terkesan selektif" ungkap Security Expert Kaspersky Lab Alexey Firsh yang sejauh ini juga belum menemukan cara memberantasnya.

"Malware ini juga diduga dikembangkan dari sebuah tool yang disediakan perusahaan pengawas sekaligus spionase yang kini diperjual belikan," imbuh Alexey. Dia tidak heran apabila malware ini berkembang semakin canggih dan berbahaya karena memanfaatkan teknologi yang sudah ada dan juga digunakan oleh badan intelijen.

Beberapa waktu lalu badan keamanan Amerika Serikat NSA sempat dibobol grup hacker Shadow Brokers dan melakukan pencurian terhadap teknologi spionase serupa, yang kemudian oleh mereka rilis ke publik.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.