Tik Tok Juga Dapat Petisi dari Masyarakat

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 03 Jul 2018 18:59 WIB
kominfo
Tik Tok Juga Dapat Petisi dari Masyarakat
Petisi berisi dorongan kepada Kemkominfo untuk memblokir aplikasi Tik Tok lebih dari satu.

Jakarta: Hari ini, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengungkap bahwa institusinya telah memblokir delapan Domain Name System (DNS) aplikasi Tik Tok. Pemblokiran ini disebut sebagai bentuk tanggapan Kementerian Komunikasi dan Informatika terhadap laporan dari masyarakat.

Tidak hanya keluhan yang disampaikan secara langsung kepada layanan keluhan masyarakat Kemkominfo, pemblokiran tersebut juga didukung oleh beredarnya sejumlah petisi yang menyuarakan kegelisahan masyarakat terhadap aplikasi ini, salah satunya seperti yang tersedia di situs Change.org.

Petisi berjudul Blokir Aplikasi Tik Tok ini menjelaskan bahwa aplikasi hiburan tersebut kian merajalela, tanpa memperhatikan dampak terhadap pengguna.

Penjelasan pada petisi ini juga menggarisbawahi sejumlah perilaku anak-anak sebagai pengguna yang cenderung negatif demi dapat bertemu dengan 'bintang' Tik Tok.

Selain itu, petisi ini juga menyebut bahwa serupa dengan aplikasi lain, Tik Tok menjadi medium yang mendorong anak-anak berkreasi dengan cara kurang tepat. Salah satu yang disoroti petisi ini yaitu berjoget dengan gerakan terlalu dewasa, yang tidak sesuai dengan usia anak-anak.



Hingga artikel ini ditulis, petisi tersebut telah mendapat dukungan dari 126.677 pengguna internet di Indonesia.

Menurut situs Change.org, petisi ini mematok target dukungan sebanyak 150.000. Tidak hanya petisi yang dimulai Rizky Budiman, petisi lain dengan judul sama yang dimulai oleh Agustiawan Imron juga dapat ditemukan di situs Change.org.

Petisi ini menyebut bahwa Tik Tok menimbulkan masalah bagi banyak orang, dan lebih terlihat sebagai aplikasi untuk menyalurkan kebodohan banyak kalangan.

Pria yang memperkenalkan dirinya sebagai Ketua HEP Indonesia, organisasi yang fokus bergerak di bidang penyuluhan kesehatan dan pencegahan penyakit, tersebut menegaskan bahwa pemblokiran aplikasi Tik-Tok merupakan satu-satunya solusi atas permasalahan tersebut.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.