Google Izinkan Developer Akses Data Pengguna Gmail

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 03 Jul 2018 12:22 WIB
google
Google Izinkan Developer Akses Data Pengguna Gmail
Data pengguna Gmail bisa diakses oleh pihak ketiga. (AFP PHOTO / LOIC VENANCE)

Jakarta: Developer aplikasi pihak ketiga bisa membaca email dari jutaan pengguna Gmail.

Pengaturan dalam Gmail memang memungkinkan perusahaan dan developer melihat email dan informasi pribadi, termasuk alamat penerima, waku pengiriman, dan bahkan isi email itu sendiri.


Meski aplikasi itu memang harus mendapatkan izin pengguna, formulir untuk mendapatkan izin pengguna tidak menjelaskan apakah isi email hanya akan dibaca oleh komputer atau juga akan dibaca oleh manusia.

Pada The Verge, Google mengungkap bahwa mereka hanya memberikan data pada developer yang telah terpercaya dan mereka telah mendapatkan izin pengguna secara eksplisit.

Proses pemeriksaan perusahaan termasuk memeriksa apakah aplikasi buatan perusahaan mencerminkan identitas mereka, perusahaan menyebutkan bahwa mereka akan memonitor email dalam persyaratan penggunaan dan data yang perusahaan minta harus sesuai dengan apa yang mereka lakukan. Misalnya, aplikasi email.

Meskipun begitu, tetap ada cukup banyak aplikasi yang bisa mengakses data Gmail, mulai dari Salesforce sampai Microsoft Office dan berbagai aplikasi email yang tidak terlalu ternama.

Google bukanlah satu-satunya penyedia layanan email yang memberikan akses apada email pengguna. Google juga menyebutkan bahwa ada permintaan dari beberapa developer yang telah mereka tolak.

Para pekerja Google juga mungkin bisa membaca email para pengguna. Namun, Google mengatakan bahwa para pekerjanya hanya akan membaca email pengguna "dalam kasus spesifik ketika Anda meminta kami untuk melakukan itu dan memberikan izin secara eksplisit atau ketika kami memerlukannya untuk kepentingan keamanan seperti penyelidikan bug atau kejahatan."

Situasi ini mirip dengan skandal Cambridge Analytica yang menimpa Facebook. Berbagi data pengguna adalah sesuatu yang perusahaan teknologi telah lakukan sejak lama tapi baru menimbulkan kekhawatiran setelah masyarakat dan pemerintah tahu.

Memang, tidak ada bukti bahwa developer pihak ketiga yang mengakses data Gmail menyalahgunakan data tersebut. Namun, fakta bahwa mereka dapat membaca email seseorang adalah pelanggaran terhadap privasi. Selain itu, tidak diketahui seberapa aman sistem yang Google gunakan ini.



(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.