Art Jog 2018, Saat Seni dan Teknologi Membaur dalam Harmoni

Patricia Vicka    •    Jumat, 04 May 2018 17:58 WIB
epson
Art Jog 2018, Saat Seni dan Teknologi Membaur dalam Harmoni
ArtJog 2018 (foto:MEDCOM/VICKA)

Yogyakarta: Ada yang berbeda dalam Pameran Seni ArtJog 2018. Tahun ini Artjog lebih banyak menggunakan teknologi untuk mempercantik hasil karya para seniman.

Seni tak pernah membatasi seniman untuk berkarya. Tengok saja lukisan koin berjudul "Uji" karya Hahan Handoko. Lukisan Hanhan berupa dua koin emas yang dipajang dengan menggunakan dua media berbeda.

Objek pertama adalah lukisan koin emas bergambar seorang wanita sedang menutup wajahnya dengan kipas tangan. Lukisan ini berdiameter 180 cm dan dibuat menggunakan material akrilik yang di tempel di atas kanvas.

Sementara lukisan kedua bergambar sama. Namun lukisan ini tidak nyata karena hanya merupakan gambar koin emas yang ditembakkan dengan menggunakan mesin proyektor Epson di dalam sebuah layar besar berwarna putih.

Kedua medium dipilih sebagai representasi dari material yang dianggap mapan. Melalui karya ini Hanhan ingin menelusuri tentang politik material untuk melihat beroperasinya nilai moneter dan non moneter dari sebuah objek seni.



Gabungan karya seni dan teknologi lainnya nampak dalam karya Seniman Atif Akin berjudul "Apricots From Damascus Room."

Karya seninya mencoba memvisualisasikan kota Damaskus dalam sebuah partisi media berbentuk setengah bola. Bangunan-bangunan megah Damakus dimunculkan melalui proyektor yang ditembakkan ke dalam partisi.

Seniman Awan Simatupang tak mau kalah memgabungkan  seni dengan teknologi. Dalam karyanya berjudul Awan, ia membuat sebuah patung manusia yang terbuat dari besi dan bekas-bekas keyboard komputer. 

Country Manager Epson Indonesia, Shimizu Tomoya mengatakan Artjog tahun ini lebih memberikan kesempatan para seniman untuk mencurahkan ide-ide dan pemikirannya dalam media out of the box. Sekaligus memberikan kesempatan kepada produsen teknologi untuk berpartisipasi.

"Artjog 2018 menjadi bukti bahwa teknologi dapat membawa dan menambah nilai dari sebuah seni. Juga sebagai bukti bahwa proyektor Epson dapat diaplikasikan pada berbagai bidang," ujar Shimizu di Yogyakarta, Jumat 4 Mei 2018.

Tahun ini Artjog menggunakan 30 unit proyektor Epson dengan 4.000 hingga 11.000 lumens untuk menampilkan hasil karya seni para seniman.

Pameran Artjog 2017  berlangsung selama sebulan mulai 4 Mei hingga 4 Juni 2018 di Jogja National Museum (JNM). Tema yang diusung tahun ini adalah "Pencerahan Menuju Berbagai Masa Depan".

Pameran seni populer di Yogyakarta ini diikuti oleh 79 institusi komunitas dan seniman sertakan menampilkan 83 pertunjukan multiseni seperti teater, musik dan tari.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.