Project Fi Segera Ganti Nama Jadi Google Fi

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 02 Nov 2018 10:10 WIB
google
Project Fi Segera Ganti Nama Jadi Google Fi
Bocoran informasi menyebut Project Fi akan berganti merek menjadi Google Fi.

Jakarta: Bocoran informasi dari dokumen internal Google menyebut bahwa Project Fi akan segera menghilangkan "Project" dari namanya. Perubahan merek Project Fi telah diprediksi sejak beberapa bulan lalu, dan informasi tersebut mendukung rumor sebelumnya.

9to5google melaporkan, dokumen yang ditemukan oleh Redditor menampilkan informasi bahwa Project Fi akan berganti merek menjadi Google Fi. Logo layanan ini juga mengalami perubahan, dan kini menggunakan empat warna, bukan lagi tiga warna seperti sebelumnya.

Sementara itu belum tersedia informasi terkait dengan rencana Google untuk mengubah situs layanan ini secara keseluruhan, meski tidak mengejutkan jika Google melakukannya.

Namun, informasi lain menyebut bahwa Google berencana untuk melakukan perubahan dan menawarkan promosi untuk merayakan perubahan merek ini.

Project Fi merupakan Mobile Virtual Network Operator (MVNO) Google, menggunakan baik jaringan Wi-Fi maupun seluler milik operator Amerika Serikat yaitu Sprint, T-Mobile dan U.S Cellular.

Berbasis sinyal, MVNO akan secara otomatis berpindah antara ketiga jaringan tersebut untuk menghadirkan sinyal paling kuat.

Sebelumnya, Rich DeVaul, Director dari divisi penelitian Google, Google X telah meninggalkan perusahaan pada hari Selasa tanpa pesangon, setelah dituduh telah melakukan pelecehan seksual.

DeVaul keluar satu minggu setelah New York Times melaporkan bahwa Google meminta Andy Rubin mengundurkan diri dan membayar USD90 juta meski terbukti melakukan pelecehan seksual.

Aplikasi keyboard Google Gboard menerima update berisi rangkaian stiker. Google mengumumkan kehadiran emoji Mini bergaya stiker pada Gboard, mengombinasikan pembelajaran mesin dan seni untuk menciptakan stiker ilustrasi berbasis foto diri.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.