E-Commerce Jadi Topik Hangat di Indonesia 2018

Mohammad Mamduh    •    Minggu, 23 Dec 2018 11:56 WIB
tokopedialazadabukalapake-commerce
E-Commerce Jadi Topik Hangat di Indonesia 2018
Ilustrasi.

Jakarta: E-commerce menjadi topik hangat yang dibicarakan orang Indonesia sepanjang 2018.

Topik ini menjadi ingar-bingar karena berbagai hal, mulai dari maraknya festival belanja online, kedatangan Jack Ma ke Indonesia yang dianggap sebagai salah satu sosok paling berpengaruh di ranah e-commerce dunia, hingga potensi menjanjikan sejumlah pemain lokal berlabel Unicorn.

Yang terbaru tentunya kabar investasi USD1,1 miliar dari SoftBank pada Tokopedia, sehingga menjadikan e-commerce itu sebagai perusahaan rintisan dengan valuasi paling besar di Indonesia.

Sebelum tahun ini berganti, iPrice menganalisis jumlah total kunjungan desktop dan mobile web dari 60 e-commerce Asia Tenggara menggunakan data dari SimilarWeb dan Google Trends.

 

Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia Meningkat


Akselerasi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia merupakan yang terdepan di Asia Tenggara. Dilansir dari laporan terbaru Google Temasek, ada perputaran uang sebesar USD27 miliar dari aktivitas ekonomi digital di negara ini sepanjang tahun 2018.

Pertumbuhan ini meningkat pesat hingga 49 persen sejak tahun 2015. Selain karena didukung oleh geografis pasar yang begitu luas, para penduduk Indonesia juga perlahan menjadikan internet sebagai penopang aktivitas sehari-hari mereka. 

Tahun 2018 sendiri sejauh ini menjadi periode terbaik untuk berbelanja online. Para pemain e-commerce berlomba memanjakan pelanggan mereka dengan beragam festival belanja yang diklaim penuh diskon dan cashback.

Sedikitnya, ada enam agenda festival belanja online digelar di Indonesia sepanjang tahun ini. Agenda jualan semacam ini dipercaya mampu menarik jumlah transaksi yang masif. Contohnya, Harbolnas yang baru berlalu mampu mencatatkan transaksi hingga Rp6,8 triliun hanya dalam dua hari.

 

Konsumen Indonesia Masih Utamakan Layanan Lokal


Kepercayaan Softbank pada Tokopedia dalam bentuk investasi sebesar USD1,1 miliar baru-baru ini terjalin bukan tanpa sebab. Performa perusahaan rintisan yang dipimpin William Tanuwijaya ini begitu mendominasi pasar e-commerce Tanah Air sepanjang 2018.

Mengamati data SimilarWeb, jumlah kunjungan di situs Tokopedia selalu berada di atas e-commerce lain setiap bulannya. Kunjungan tertinggi Tokopedia terjadi pada bulan September yang mencapai 169 juta pengunjung. Jumlah ini meningkat 123 persen dari kunjungan awal tahun 2018.

Tokopedia juga mampu mendominasi musim belanja besar di Indonesia, seperti periode Ramadan. Pada periode ini, intensitas kunjungan yang tinggi di situs Tokopedia mampu membuat jarak cukup besar dengan pesaing lain.

Selain Tokopedia, orang Indonesia juga gemar menggunakan Bukalapak sebagai tempat berbelanja online. Sejak diumumkan sebagai salah satu Unicorn dalam industri ini, jumlah pengunjung desktop dan mobile dsenantiasa menanjak dari bulan ke bulan.

Jumlah kunjungan tertinggi Bukalapak terjadi pada bulan November dengan angka 120.580.100 kunjungan. Jika dibandingkan dengan catatan pengunjung desktop dan mobile di bulan Januari lalu, Bukalapak mampu membukukan margin hingga 69.244.100 kunjungan, alias meningkat 135 persen.

Penetrasi positif Bukalapak mampu menyalip Lazada yang sebelumnya ada di posisi 2 sebagai e-commerce dengan jumlah pengunjung desktop dan mobile terbanyak di Indonesia.

Lazada masih menjadi yang paling populer di Asia Tenggara karena menguasai 25 persen pasar di regional ini. Hanya saja, tahun 2018 agaknya bukan periode yang memuaskan bagi Lazada di Indonesia.



Kunjungan konsumen dalam negeri ke Lazada Indonesia tergolong fluktuatif sepanjang 11 bulan belakangan. Padahal, penetrasi e-commerce ini tampak menjanjikan di awal tahun berkat akuisisi dan kucuran dana USD2 miliar dari Alibaba pada bulan Maret.

Lazada juga berjaya menangguk 85 juta kunjungan desktop dan mobile web ketika menggelar Lazada Birthday Fest satu bulan kemudian. Pada pertengahan tahun kunjungan menurun hingga titik terendah 33 jutaan pengunjung.

Kedatangan Jack Ma ke Indonesia di pertengahan tahun nyatanya juga tidak mampu mendongkrak ketertarikan orang-orang untuk berinteraksi lebih banyak di Lazada.

Kendurnya kunjungan di situs Lazada semakin kasatmata jika dibandingkan dengan jumlah pengunjungyang berhasil dikumpulkan Shopee sepanjang tahun ini.

Berkaca dari periode awal tahun performa Shopee meningkat hampir 3 kali lipat, mampu memangkas jarak dengan Lazada yang ada di peringkat tiga besar. Padahal, margin pengunjung Lazada dan Shopee di bulan Januari berada pada angka 51 juta.

Memperbanyak program promosi menjadi senjata utama Shopee dalam memancing konsumen untuk berkunjung ke situsnya.

Menilik Google Trends, animo orang Indonesia untuk mencari kata kunci yang berhubungan dengan Shopee kerap meningkat ketika e-commerce ini mengadakan promo semacam Shopee Super Shopping Day, Singles’ Day, maupun Harbolnas.

Jumlah kunjungan pada situs Shopee yang berlipat dari pasar Indonesia turut berkontribusi untuk bertengger di posisi 10 besar e-commerce paling banyak dikunjungi pada tingkat regional.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.