Bug Ekspos Data 500 Ribu Pengguna Google+

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 09 Oct 2018 10:11 WIB
google
Bug Ekspos Data 500 Ribu Pengguna Google+
Ada bug pada Google+. (Photo by LOIC VENANCE AFP)

Jakarta: Informasi dari ratusan ribu pengguna Google+ bocor, ungkap Google dalam blog resminya.

Berita ini dilaporkan sebelum Google mengumumkannya. Informasi dari Google+ yang bocor antara lain nama, alamat email, pekerjaan, gender dan umur, bahkan jika data itu tercatat sebagai data privat. 

Meskipun begitu, Google berkata bahwa mereka tidak menemukan bukti ada developer pihak ketiga yang menyadari bug ini dan mengeksploitasinya. Bug tersebut memengaruhi API yang diakses oleh ratusan developer. Bug itu aktif sejak tahun 2015 sampai 2018, menurut laporan The Verge

Google mengatakan, mereka telah memperbaiki bug tersebut pada Maret 2018 setelah mereka sadar akan keberadaannya. WSJ melaporkan, Google memutuskan untuk tidak mengumumkan keberadaan bug itu karena takut menarik perhatian pemerintah seperti apa yang terjadi dengan Facebook. 

Ketika itu, Facebook baru saja mengakui bahwa perusahaan penambangan data Cambridge Analytica telah membeli informasi dari puluhan juta pengguna Facebook dari pembuat aplikasi pihak ketiga yang mendapatkan informasi dari orang-orang yang mengikuti kuis kepribadian dan memberikan akses ke daftar teman mereka. 

Google mengatakan, mereka menemukan bug ini sebagai bagian dari Project Strobe. "Ini meluncur untuk meninjau akses developer pihak ketiga ke akun Google dan data pada perangkat Android serta merupakan filosofi kami soal akses data," kata Ben Smith, VP of Engineering. 

Alhasil, Google menutup elemen konsumen dari Google+, mengatakan bahwa 90 persen sesi penggunaan berlangsung kurang dari lima detik. Bug ini mengekspos data pribadi dari sekitar 500 ribu pengguna. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.