Warga AS tak Bisa Bedakan Bot dan Manusia

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 16 Oct 2018 11:08 WIB
media sosial
Warga AS tak Bisa Bedakan Bot dan Manusia
Ilustrasi.

Jakarta: Kebanyakan warga Amerika Serikat tidak bisa membedakan bot di media sosial dengan manusia. Selain itu, sebagian besar juga menganggap bahwa bot itu jahat, menurut studi terbaru dari Pew Research Center.

Hanya 47 persen warga AS yang merasa percaya diri mereka bisa membedakan bot di media sosial dengan manusia. Sebagai perbandingan, kebanyakan warga AS dalam studi tentang hoaks merasa percaya diri mereka bisa membedakan berita asli dengan palsu. 

Untuk melakukan studi ini, Pew Research melakukan survei pada lebih dari 4.500 orang dewasa di AS. Dari studi itu, diketahui bahwa banyak orang dewasa tidak tahu banyak soal bot. Sebanyak dua per tiga warga AS pernah mendengar tentang bot di emdia sosial.

Namun, hanya 16 persen yang tahu banyak tentang bot, sementara 34 persen lainnnya mengaku tidak tahu tentang bot sama sekali, menurut laporan The Verge. Biasanya, orang yang tahu tentang bot justru adalah remaja. Pria memiliki kemungkinan lebih besar untuk tahu tentang bot dari wanita.

Mengingat survei ini dilakukan dengan meminta responden untuk menjawab pertanyaa, ada kemungkinan data dari responden terlalu subjektif. Dari kelompok yang mengaku pernah mendengar tentang bot, 80 persen mengatakan bahwa akun bot digunakan untuk kepentingan jahat.

Terlepas dari apakah seseorang mendukung Partai Republik atau Demokrat, muda atau tua, mereka menganggap bot adalah sesuatu yang jahat. Semakin banyak orang tahu tentang bot di media sosial, mereka semakin enggan untuk mendukung penggunaan bot untuk berbagai fungsi. 

Secara keseluruhan, dari studi ini terlihat bahwa masyakarat AS khawatir akan keberadaan bot tapi tidak bisa mengidentifikasi bot. Meskipun begitu, para peneliti sebenarnya telah menemukan cara untuk melawan bot.

Salah satunya adalah algoritma yang diajukan oleh para akademisi MIT Sloan yang akan membedakan bot dan manusia berdasarkan interaksi mereka dengan akun lainnya. 


(MMI)

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni
Review Smartphone

Advan G3, Bodi Keren Speaker Mumpuni

4 days Ago

Advan adalah produsen smartphone¬†lokal yang bisa dibilang pejuang sejati.¬†

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.