F5 Networks: Musim Liburan Jadi Musim Penipuan Siber

Mohammad Mamduh    •    Selasa, 18 Dec 2018 10:33 WIB
f5 networkscyber security
F5 Networks: Musim Liburan Jadi Musim Penipuan Siber
Ilustrasi

Jakarta: Musim liburan juga menjadi momen memuncaknya serangan phishing. Para penjahat berusaha menipu Anda melalui email, pesan singkat, dan situs palsu demi memperoleh informasi pribadi.
 
Para scammer alias penipu di dunia maya kini sudah lebih kreatif. Dahulu, mereka mengirim email berisi kisah dramatis, mengklaim ada harta warisan yang menanti Anda dan berujung pada permintaan untuk memberikan informasi perbankan untuk ‘mencairkan’ harta tersebut.

Penipuan phishing saat ini lebih canggih dan agresif, berpura-pura menjadi seseorang atau entitas yang dikenal dan memainkan emosi korbannya agar mau menyerahkan uang.
 
Pada 2017 lalu, Indonesia menempati urutan ke-9 jumlah serangan phishing, yakni satu phishing insiden per 2.380 email.

Laporan terbaru F5 yang bertajuk 2018 Phishing and Fraud Report: Attacks Peak During the Holidays menyebutkan, insiden penipuan pada Oktober, November, dan Desember melonjak 50 person dari rata-rata tahunan.

Phishing masih menjadi vektor serangan teratas yang memberi akses ke penyerang untuk membuka informasi pribadi, seperti kredensial login dan nomor kartu kredit.
 
Riset yang menggunakan data dari berbagai sumber ini menelusuri secara khusus fenomena phishing dan aktivitas penipuan yang memuncak di musim liburan. Dimulai pada awal Oktober dan terus berlangsung hingga Januari.

Umpan phishing yang umum digunakan sudah diketahui dan seharusnya menjadi fokus utama dalam pelatihan soal keamanan. Umpan phishing yang paling sukses adalah memainkan emosi seseorang seperti keserakahan, rasa khawatir, terdesak, dan rasa takut.

Berpura-pura menjadi seseorang atau entitas yang terkenal adalah taktik utama. Sebanyak 71 persen serangan phishing pada periode 1 September - 31 Oktober 2018 menggunakan modus mengaku dari perusahaan terkenal, khususnya di industri teknologi. Dalam periode tersebut, 10 perusahaan terkenal namanya disalahgunakan.

Lembaga keuangan adalah sasaran serangan phishing yang tumbuh paling cepat di musim liburan. Namun, diperkirakan akan ada kenaikan juga di industri e-commerce dan ekspedisi pengiriman.

Pelatihan untuk meningkatkan kesadaran pengguna merupakan hal penting untuk melindungi perusahaan dan pengguna terhadap upaya phishing. Melatih karyawan untuk mengenali upaya phishing bisa menurunkan tingkat klik terhadap email, tautan, dan lampiran berbahaya dari 33 persen ke 13 persen.

Mengurangi jumlah email phishing yang lolos ke kotak masuk email karyawan memang hal yang penting. Namun, perusahaan harus menyadari karyawan bisa terpancing serangan phishing.

Ada baiknya melengkapi perusahaan dengan tindakan isolasi (containment) yang termasuk penyaringan web, software antivirus, dan otentikasi multi-faktor atau otentikasi ganda. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.