Google Berhenti Kumpulkan Data Pengguna iOS

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Kamis, 31 Jan 2019 16:42 WIB
google
Google Berhenti Kumpulkan Data Pengguna iOS
Google berhenti mengumpulkan data pengguna iOS. (Photo by JUSTIN SULLIVAN / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP)

Jakarta: Facebook tampaknya bukan satu-satunya perusahaan yang memanfaatkan Enterprise Certificate pada iOS untuk mengumpulkan data pengguna. 

Google ternyata memiliki aplikasi bernama Screenwise Meter, yang berfungsi serupa aplikasi Facebook Research, yang kini telah dilarang oleh Apple, menurut laporan TechCrunch

Melalui aplikasi Screenwise, Google mengajak orang-orang berumur 18 tahun ke atas untuk mengunduh aplikasi itu menggunakan kode spesial dan proses registrasi dengan Enterprise Certificate. Remaja berumur 13 tahun hanya bisa mengunduh aplikasi ini jika dia adalah bagian dari sebuah grup keluarga. 

Penggunaan Enterprise Certificate pada perangkat konsumen adalah pelanggaran privasi yang sama yang membuat Apple melarang aplikasi Research VPN iOS milik Facebook.

Ini menyebabkan aplikasi pada iPhone pegawai Facebook menjadi bermasalah. Alhasil, hubungan Facebook dan Apple memburuk. 

Ketika Google ditanya apakah aplikasinya melanggar peraturan Apple, Google mengatakan bahwa mereka akan menghapus Screenwise Meter dari program Enterprise Certificate milik Apple dan menonaktifkan aplikasi itu di perangkat iOS. 



"Aplikasi Screenwise Meter iOS tidak seharusnya beroperasi menggunakan program developer enterprise Apple -- ini adalah kesalahan kami, dan kami minta maaf," kata Google. "Kami telah menonaktfikan apliaksi itu pada perangkat iOS.

"Pengguna menggunakan aplikasi ini dengan sukarela. Kami secara jujur menjelaskan pada para pengguna tentang bagaimana kami akan menggunakan data mereka dalam aplikasi ini. Kami tidak memiliki akses ke data terenkripsi pada aplikasi dan perangkat, dan pengguna bisa memutuskan untuk berhenti menggunakan aplikasi ini kapan pun."


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.