MWC 2018

Kembali ke ZenFone 5, Jurus ASUS Bersaing di Tahun 2018

Mohammad Mamduh    •    Rabu, 28 Feb 2018 04:33 WIB
asusmwc 2018zenfone 5
Kembali ke ZenFone 5, Jurus ASUS Bersaing di Tahun 2018
ASUS ZenFone 5 meluncur di MWC 2018

Barcelona: Setelah berbagai rumor yang beredar, ASUS akhirnya secara resmi mengumumkan ponsel teranyar ZenFone 5 dalam ajang Mobile World Congress 2018 di Barcelona, Spanyol.

Namanya memang sama dengan smartphone yang mereka luncurkan empat tahun silam. Oleh karena itu, dalam peluncuran kali ini mereka mengusung tagar #Backto5.

Tagar tersebut juga sebagai jawaban kepada publik bahwa mereka kembali menciptakan smartphone dengan kualitas terbaik.

Sangat berbeda dan berkelas, CEO ASUS Jerry Shen memamerkan sebuah smartphone premium terbaik yang pernah ASUS ciptakan di hadapan semua wartawan. Ditambah lagi, ZenFone 5 kali ini hadir dengan lebih dari satu varian.

“Kami memulai proyek ZenFone empat tahun yang lalu, dengan gagasan menciptakan kemewahan yang bisa dinikmati oleh setiap orang," kata Jerry Shen kepada semua wartawan dalam peluncurannya di Italian Pavilion, Selasa 27 Februari 2018.

MWC 2018 dinilai menjadi kesempatan yang pas untuk ASUS dalam menunjukkan taring mereka kembali di industri ponsel. "Kami ikut MWC 2018, ini adalah yang pertama kali untuk ASUS. Dan kami merasa telah siap," Global Marketing Head of Systems Business Group ASUS, Marcel Campos

Saat di panggung, Jerry memperkenalkan dua macam ZenFone 5, yaitu versi standar dan ZenFone 5Z. Ada juga varian lainnya di kelas paling bawah, ZenFone 5 Lite.

ZenFone 5Z mengusung spesifikasi ponsel tercanggih yang pernah ASUS ciptakan, disusul ZenFone 5 yang berada di tengah. Sementara ZenFone 5 Lite hadir dengan spesifikasi terendah yang mengunggulkan kemampuan sepasang kamera depan dan belakang.



ZenFone 5Z punya bodi belakang kaca, dengan rasio layar-bodi 90 persen. Ukuran layar 6,2 inci ini menutupi prosesor teranyar Snapdragon 845, bersanding RAM 8GB dan memori internal 256GB. Ini merupakan komponen hardware terkencang yang pernah ASUS pasang pada smartphone mereka.

Sedangkan ZenFone 5 berada satu kelas di bawahnya, terlihat dari penggunaan prosesor Snapdragon 636. Apa yang ingin ASUS tonjolkan melalui rumpun ZenFone 5 2018 adalah kemampuan yang lebih dari sekadar angka performa melalui benchmark.

“Tahun ini kami juga fokus menanamkan kecerdasan buatan pada ZenFone 5,” ungkap Jerry. Teknologi kecerdasan buatan ini diklaim mampu meningkatkan performa smartphone, dan juga mempermudah penggunaannya oleh konsumen sehari-hari. Pengembangan AI ini hasil kerja sama Qualcomm via prosesor Snapdragon.



ASUS menargetkan rumpun ZenFone 5 meluncur secara berurutan, dimulai dari ZenFone 5 Lite pada bulan Maret. ZenFone 5 dan ZenFone 5Z akan meluncur ke pasar pada bulan April dan Juni.

Untuk harganya, ASUS belum memberikan informasi secara lengkap. Jerry hanya mengumumkan ketersediaan tiga macam ZenFone 5Z berdasarkan kapasitas RAM dan memori internal, dengan harga mulai dari EUR479 (sekitar Rp8 juta).


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.