Facebook Simpan Data Pribadi 40% Penduduk Eropa

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Minggu, 25 Feb 2018 11:34 WIB
media sosialfacebook
Facebook Simpan Data Pribadi 40% Penduduk Eropa
Ilustrasi.

Jakarta: Regulasi Perlindungan Data Umum (GDPR) di Uni Eropa akan mulai berlaku pada 25 Mei.

Peraturan ini akan memperketat bagaimana perusahaan menyimpan dan menggunakan data pribadi pelanggan mereka. Hal ini akan memengaruhi perusahaan asing yang beroperasi di Uni Eropa, seperti Facebook. 

Menurut peneliti di University Carlos III di Madrid, Facebook adalah salah satu perusahaan yang harus mengubah pendekatan mereka terkait data pribadi pengguna Uni Eropa. Studi para peneliti itu menemukan bahwa Facebook menandai lebih dari 73 persen pengguna Uni Eropa mereka dengan data pribadi sensitif. 

Itu artinya, data dari sekitar 205 juta orang -- 40 persen dari populasi Eropa -- bisa digunakan oleh pihak ketiga untuk menentukan identitas orang-orang tersebut.

Hal ini bisa membahayakan privasi pengguna. Tidak hanya itu, hal ini juga meningkatkan risiko pengguna terkena serangan phishing, lapor The Next Web

Cara Facebook menggunakan data sekarang kemungkinan akan dilarang setelah regulasi baru Uni Eropa disahkan. Peraturan itu melarang perusahaan memanfaatkan informasi yang bisa membahayakan pengguna, seperti pandangan politik, agama, preferensi seksual dan lain sebagainya.

Di bawah GDPR, Facebook harus mendapatkan izin eksplisit dari pengguna sebelum mereka bisa menggunakan data mereka. 

Dalam kesimpulannya, para peneliti menyebutkan bahwa salah satu alasan Facebook menyimpan data tentang ketertarikan penggunanya adalah untuk menampilkan iklan yang lebih baik.

Itu berarti Facebook telah "mengeksploitasi data pribadi untuk kepentingan periklanan", sesuatu yang terlarang oleh GDPR. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.