Hakim California Batalkan Klaim Diskriminasi Gaji Google

Lufthi Anggraeni    •    Kamis, 07 Dec 2017 09:25 WIB
google
Hakim California Batalkan Klaim Diskriminasi Gaji Google
Tuntutan hukum terhadap Google terkait diskriminasi terhadap pegawai perempuan dibatalkan hakim Superior Court California.

Jakarta: Google dituduh membayar pegawai perempuan lebih rendah dibandingkan dengan pegawai laki-laki, dan memberikan peluang promosi lebih sedikit. Tuduhan tersebut dilaporkan telah dibatalkan oleh hakim negara bagian California.

Hakim Superior Court Mary Wiss menyebut tuntutan hukum, yang mewakili seluruh pegawai perempuan Google di California, terlalu samar. Wiss turut meminta dokumen laporan baru untuk gurp perempuan spesifik yang terkena dampak dari diskriminasi pembayaran tersebut.

Wiss juga menambahkan dua dari tiga penuntut tidak terbukti memberikan performa setara dengan pegawai laki-laki yang dilaporkan mendapatkan gaji lebih tinggi. Keputusan Wiss tersebut telah mendapat tanggapan dari pengacara  yang mewakili grup pegawai perempuan tersebut.

The Verge juga melaporkan bahwa setelah keputusan Wiss diumumkan, pengacara James Finberg menyebut, akan mendaftarkan dokumen komplain baru pada awal bulan Januari 2018 mendatang.

Melalui pernyataannya, Google mengaku berusaha keras untuk menciptakan lingkungan kerja yang baik bagi seluruh pegawai.

Google juga menyebut akan berupaya memperbaiki sebaik mungkin jika menemukan permasalahan dan perbedaan individual di antara pegawainya. Tuntutan yang baru saja dibatalkan hakim di California tersebut didafta terdaftar pada bulan September lalu, oleh tiga perempuan, yaitu Kelly Ellis, Holly Pease, dan Kelli Wisuri.

Ketiga perempuan tersebut berpendapat bahwa mereka ditempatkan pada jabatan lebih rendah jika dibandingkan dengan rekan laki-laki dan menerima gaji dan bonus lebih kecil sebagai akibat dari jabatan lebih rendah tersebut. Ketiga perempuan tersebut telah resmi mengundurkan diri dari Google sejak beberapa tahun lalu.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.