Draper Ingin Baju Luar Angkasa Bisa Pandu Astronaut di Luar Angkasa

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 06 Dec 2017 15:13 WIB
antariksa
Draper Ingin Baju Luar Angkasa Bisa Pandu Astronaut di Luar Angkasa
Ilustrasi. (STR New / Reuters)

Jakarta: Salah satu ketakutan terbesar astronot adalah kehilangan arah ketika sedang melakukan spacewalk.

Para peneliti di Draper berusaha menyelesaikan masalah ini. Mereka baru saja mendaftarkan paten tentang fitur pada baju luar angkasa yang memungkinkan pemakainya kembali ke tempat semula.

Fitur ini akan menuntun astronot langsung ke pesawat. Para astronot yang panik karena kehilangan arah hanya perlu menekan satu tombol dan dia akan dibawa kembali ke pesawat. 

Untuk melakukan ini, para peneliti memasangkan sensor-sensor yang dapat melacak gerakan dan posisi relatif terhadap obyek yang relatif diam seperti pesawat luar angkasa, dengan metode-metode lain jika satu sistem tidak bekerja.

Mengingat GPS tidak bisa digunakan di luar angkasa, maka peneliti bisa menggunakan pelacak bintang atau melakukan navigasi berdasarkan penglihatan yang dipertajam, lapor Engadget.

Draper berharap, mereka bisa mengembangkan sistem otonom yang akan secara otomatis mengaktifkan thruster pada baju astronot. Namun, tidak tertutup kemungkinan, mereka akan menggunakan sistem manual yang menampilkan arah dan perintah pada visor yang digunakan astronot. 

Satu hal yang harus diingat, saat ini, teknologi tersebut tidak lebih dari paten. Karena itu, ada kemungkinan ia tidak digunakan dalam penjelajahan luar angkasa dalam waktu dekat. Namun, NASA mendukung penelitian yang dilakukan oleh Draper. Badan luar angkasa itu juga menunjukkan ketertarikan akan desain baju luar angkasa ini. 

Seperti yang disebutkan oleh Draper, konsep ini tidak hanya bisa digunakan pada baju luar angkasa.

Konsep yang sama bisa digunakan untuk siapapun yang memerlukan baju yang bisa membawa mereka ke tempat asal mereka, seperti orang-orang yang menjelajah laut dalam atau pemadam kebakaran yang terjebak dalam gedung yang terbakar. 


(MMI)

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD
Review Smartphone

Nokia 2, Smartphone Paling Terjangkau dari HMD

1 week Ago

Nokia 2 merupakan smartphone kelas pemula dari HMD. Ini ulasan tentang kelebihan dan kelemahann…

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.