Samsung Patenkan Pemindai Sidik Jari di Layar

Lufthi Anggraeni    •    Minggu, 29 Oct 2017 10:13 WIB
samsung
Samsung Patenkan Pemindai Sidik Jari di Layar
Samsung baru-baru ini menerima persetujuan paten terkait sensori pemindai sidik jari yang tertanam di layar perangkat.

Metrotvnews.com: Baru-baru ini, Samsung menerima persetujuan untuk paten sensor pemindai sidik jari yang tertanam di layar perangkat. Namun, Marketing Manager Samsung menyebut teknologi ini belum tersedia saat Galaxy S9 diluncurkan.

Sementara itu, Phone Arena memprediksi teknologi akan dihadirkan Samsung pada perangkat penerus Galaxy Note 8, yaitu Galaxy Note 9. Prediksi ini didukung oleh penggunaan desain Infinity Display, selaras dengan isi pada dokumen database paten di Korea Selatan.

Teknologi pemindai sidik jari yang tertanam di layar tersebut menjadi salah satu teknologi yang dinilai sulit ditaklukan oleh perusahaan teknologi dunia, tidak terkecuali Apple dan Samsung. Baik Samsung maupun Apple mengalami kegagalan menyempurnakan teknologi tersebut tepat waktu agar dapat menghadirkannya di Galaxy S8 ataupun iPhone X.

Sebagai gantinya, Apple beralih dan mengubah teknologi biometrik yang diterapkannya pada ponsel cerdas unggulan terbarunya tersebut. Namun, Samsung diprediksi akan menghadirkan teknologi tersebut di bagian kamera di perangkat yang diluncurkan pada musim gugur berikutnya.

Selain itu, pada dokumen paten terbarunya tersebut, Samsung akan menggabungkan sensor pemindai sidik jari tersebut dengan sensor tekanan, sehingga desain yang akan diusung oleh perangkat berteknologi tersebut akan mengalami perubahan.

Samsung dirumorkan menggunakan panel berukuran 6,32 inci untuk Galaxy Note yang akan diluncurkan pada tahun 2018 mendatang. Selain desain Infinity Display, Samsung Galaxy Note 9 akan hadir dengan perubahan desain lainnya.

Sementara itu, mengusung tren desain layar lipat yang tengah berkembang, Samsung sendiri telah menyiapkan desain resmi dari smartphone lipat mereka yang rencananya akan dirilis tahun depan. Desain smartphone yang diberi nama Samsung Galaxy X tersebut telah diajukkan ke pihak perlindungan hak cipta dan paten di negara asalnya, Korean Intellectual Property Office. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.