Pentingnya Posisi CISO di Korporasi Modern

Cahyandaru Kuncorojati    •    Senin, 30 Oct 2017 20:44 WIB
f5 networkscyber security
Pentingnya Posisi CISO di Korporasi Modern
CISO (Chief Information Security Officer) menjadi posisi yang semakin memiliki peran penting di setiap perusahaan

Metrotvnews.com, Jakarta: Perusahaan F5 Networks melakukan riset yang menunjukkan bahwa peran CISO (Chief Information Security Officer) sangat penting, seiring begitu banyaknya serangan siber belakangan ini.

Penelitian tersebut dilakukan oleh F5 Networks bersama Ponemon Institute, berdasarkan wawancara dengan profesional senior di bidang keamanan IT di 184 perusahaan di tujuh negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Brasil, Meksiko, India, dan Tiongkok. 

Chief Information Security Officer F5, Mike Convertino menjelaskan, hasil penelitian ini bisa memberikan padangan unik tentang acar seorang CISO bertindak di lingkungan kerja yang belakangan ini semakin menantang.

Para CISO harus terus mengembangkan cara mereka mendorong fungsi keamanan dan peran kepemimpinan yang mereka jalankan dalam perusahaan.

Sebanyak 68 persen responden menuturkan bahwa CISO menjadi pemegang keputusan akhir dalam semua pengeluaran untuk keamanan IT. 87 persen responden menyebutkan bahwa anggaran keamanan IT menjadi meningkat secara signifikan dengan kehadiran posisi CISO di perusahaan.

65 persen responden mengatakan bahwa CISO berkomunikasi langsung dengan eksekutif senior, tapi justru masih banyak dari para CISO ini yang jarang berdiskusi secara strategis mengenai semua ancaman siber kepada organisasi.

Artinya, CISO diminta harus berkomunikasi lebih rajin dengan segenap jajaran keamanan IT perusahannya karena mereka juga ingin mengetahui tindakan yang harus diambil jika terjadi serangan siber selanjutnya.

Di lain sisi, CISO juga memiliki tantangan di perusahaan mereka bekerja, yakni biasanya perusahaan tersebut kekurangan tenaga kerja di  bidang keamanan IT. Rata-rata jumlah personel keamanan IT akan meningkat dari 19 hingga 32 pegawai penuh waktu, namun tetap saja para 42 persen dari para CISO merasa staf mereka tetap masih belum memadai.

58 persen responden mengatakan bahwa mereka memiliki kesulitan untuk mempekerjakan personil keamanan yang berkualitas, dengan tantangan terbesar 56 persen yaitu mengidentifikasi dan merekrut kandidat yang berkualitas dan 48 persen adalah ketidakmampuan untuk menawarkan gaji sesuai dengan pasar.

Kecerdasan buatan pun mulai dilirik sebagai solusi untuk permasalahan tersebut. 50 persen responden percaya bahwa kecerdasan buatan dapat mengatasi kekurangan staf, dan 70 persen percaya  bahwa teknologi ini akan memiliki peran penting dalam sistem keamanan IT dua tahun ke depan.


(MMI)