Trump: Amazon Buat Badan Pos AS Lebih Bodoh

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 01 Jan 2018 20:14 WIB
amazondonald trump
Trump: Amazon Buat Badan Pos AS Lebih Bodoh
Donald Trump menyebutkan bahwa Amazon membuat badan pos AS menjadi semakin miskin. (TechCrunch)

Jakarta: Pada hari Jumat lalu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump membuat sebuah kicauan, mengatakan bahwa harga pengiriman dari USPS (US Postal Service/Layanan Pos AS) untuk Amazon membuat badan pos itu menjadi "lebih bodoh dan lebih miskin" dan pada saat yang sama, memperkaya Amazon. 

"Mengapa United States Post Office, yang merugi miliaran dollar AS per tahun, hanya meminta ongkos sedikit pada Amazon dan perusahan lain, membuat Amazon menjadi semakin kaya dan Post Office menjadi lebih bodoh dan lebih miskin? Mereka seharusnya meminta biaya yang jauh lebih tinggi!" tulis Trump, seperti yang dikutip dari CNET

Baik Amazon maupun USPS tidak segera merespons. 

Ini bukan pertama kalinya Trump mengkritik Amazon atau pendirinya, CEO Jeff Bezos. Sebelum ini, Trump juga menyebutkan bahwa Amazon merusak bisnis ritel dan tidak membayar pajak internet. 

USPS adalah badan pemerintah federal, tapi tidak menerima pajak. Mereka mendapatkan pemasukan dari penjualan produk dan layanan mereka. Pendapatan itu lalu digunakan untuk mendanai operasi mereka.

Selama bertahun-tahun, USPS selalu merugi. Pada tahun fiskal yang berakhir pada September, USPS mengalami kerugian sebesar USD2,7 miliar (RP36,6 triliun), sedikit lebih baik dari kerugian pada tahun sebelumnya, yaitu USD2,8 miliar (Rp38 triliun). 

Sementara itu, Amazon justru mendapatkan keuntungan sebesar USD1.176 miliar (Rp16 triliun) selama sembilan bulan yang berakhir pada September. Amazon merupakan pelanggan terbesar USPS. Karena itu, badan pos tersebut menawarkan harga layanan khusus untuk Amazon. 


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.