Spotify Tindak Pembajak Layanan Premium

Lufthi Anggraeni    •    Selasa, 06 Mar 2018 16:55 WIB
spotify
Spotify Tindak Pembajak Layanan Premium
Spotify menindak akun versi gratis yang dimodifikasi guna mendapatkan fitur serupa akun premium.

Jakarta: Spotify menindak pengguna yang menjalankan versi modifikasi dari software yang menghapus sejumlah batasan dari akun gratis. Perusahaan ini telah mengirimkan email selama beberapa hari terakhir kepada akun yang diretas tersebut.

Dalam email, Spotify menyebut telah mendeteksi aktivitas tidak normal pada aplikasi, dan menonaktifkan akun yang dicurigai tersebut. Spotify belum menghapus akun tersebut, dan pengguna dapat mengaktifkannya kembali setelah menghapus software dan mengunduh aplikasi resmi.

Sekitar 88 juga akun terdaftar pada Spotify versi gratis, dilengkapi dengan iklan dan batasan seperti pemutaran lagu secara acak. Namun, sejumlah situs menawarkan file instalasi Spotify yang telah dibekali kemampuan unduh, menjadikan akun gratis mampu bertindak serupa akun premium.

Pengguna hanya perlu mendaftar untuk akun gratis dan kemudian mengunduh versi yang telah dimodifikasi dan memasukan informasi yang dibutuhkan. Peretasan ini tidak mengubah akun dari gratis ke premium, namun mengaktifkan sejumlah fitur akun premium seperti kemampuan melewati tanpa batas.

Hingga saat ini, masih belum tersedia informasi detil terkait jumlah akun yang telah dimodifikasi tersebut, atau dampak permasalahan ini untuk Spotify yang tengah bersiap untuk mengajukan penawaran publik awalnya.

Spotify memiliki 159 juta pengguna di seluruh dunia, dan 71 juta dari pengguna tersebut merupakan pelanggan akun premium berbayar. Meskipun demikian, Spotify dilaporkan masih mengalami kesulitan memperoleh keuntungan dari layanan miliknya.

Sebelumnya, Spotify telah memasukkan dokumen pada hari Rabu untuk IPO senilai USD1 miliar (Rp13,8 triliun). potify melakukan ini karena mereka ingin mendapatkan kucuran dana dalam jumlah besar melalui IPO.

Spotify dilaporkan bisa memiliki valuasi sekitar USD23 miliar atau sekitar Rp317 triliun. Sementara itu, pada tahun lalu, perusahaan ini melaporkan pendapatan sebesar EUR4,09 miliar (Rp68,7 triliun) dan kerugian bersih sebesar EUR1,235 miliar (Rp20,8 triliun) pada periode yang sama.


(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.