Google Bantu Militer AS Kembangkan AI untuk Analisis Rekaman Drone

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Rabu, 07 Mar 2018 14:02 WIB
amerika serikatgoogledronekecerdasan buatan
Google Bantu Militer AS Kembangkan AI untuk Analisis Rekaman Drone
Ilustrasi. (AFP PHOTO / Robert MacPherson)

Jakarta: Google akan membantu DOD (Department of Defense/Departemen Pertahanan) Amerika Serikat dalam proyek percobaan menganalisis rekaman video drone menggunakan AI (Artificial Intelligece/Kecerdasan Buatan). 

Kolaborasi ini pertama kali dilaporkan oleh Gizmodo, yang menyebutkan bahwa sebagian pekerja Google merasa "marah" setelah kabar itu tersebar melalui email internet minggu lalu. Sayangnya, tidak banyak informasi yang ada terkait bantuan apa yang akan Google berikan pada DOD. 

Satu hal yang pasti, ini akan menjadi bagian dari Project Maven -- program penelitian Pentagon untuk mengembangkan computer vision yang bisa mengerti rekaman drone dengan lebih baik.

Teknologi seperti itu bisa digunakan untuk banyak hal di militer, termasuk memantau dan melacak target menggunakan drone dan menyediakan AI untuk kamera CCTV di markas militer. 

Teknologi itu bisa digunakan untuk mengenali obyek seperti mobil dan manusia, tapi kesulitan untuk menganalisa keadaan yang kompleks. Project Maven dimulai pada April tahun lalu.

Pada bulan Juli, kepala dari program tersebut, Kolonel Drew Cukor mengatakan bahwa Pentagon tengah mencari "rekan komersial" untuk membantu mereka mengembangkan teknologi tersebut. Google tampaknya adalah salah satu dari rekan mereka. 

Dalam pernyataan resmi, juru bicara Google mengonfirmasi bahwa mereka memang membiarkan DOD menggunakan TensorFlow untuk mengembangkan software pengenalan obyek.

TensorFLow adalah software gartis yang merupakan bagian dari usaha Google mengembangkan AI selama bertahun-tahun. Ia menyediakan framework bagi para teknisi machine learning untuk melatih AI buatan mereka. 

Jika militer menggunakan TensorFlow, itu bukanlah hal yang aneh. Namun, seorang narasumber The Verge mengatakan, Google secara aktif membantu militer untuk menyesuaikan software mereka untuk digunakan dalam Project Maven. 

Penggunaan AI untuk melacak rekaman drone memunculkan berbagai pertanyaan etis -- sama seperti ketika militer AS menggunakan drone untuk memata-matai dan melakukan pembunuhan di luar negeri.

Militer AS selalu menekankan bahwa mereka hanya menggunakan AI untuk melengkapi keputusan yang diambil manusia. Namun, hal itu tetap memungkinkan terjadinya kesalahan. Operator drone bisa menjadi terlalu menggantungkan diri pada analisa komputer dan tanpa pengawasan yang ketat, hal ini bisa terjadi tanpa disadari. 

Untuk Google, muncul pertanyaan apakah para pekerjanya tidak keberatan hasil kerja mereka digunakan oleh militer? Bagaimana dengan para pemegang saham? Sebelum ini, Google selalu enggan untuk mengaitkan diri dengan riset militer. 


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.