Laporan Finansial Q4 Nokia Kalahkan Prediksi

Lufthi Anggraeni    •    Jumat, 02 Feb 2018 10:17 WIB
nokia
Laporan Finansial Q4 Nokia Kalahkan Prediksi
Nokia mengumumkan laporan keuangannya di Q4 2017, dengan perolehan lebih tinggi dari prediksi.

Jakarta: Nokia mengumumkan laporan finansial untuk kuartal empat tahun 2017, dan menampilkan hasil lebih baik jika dibandingkan dengan prediksi awal. Nokia melaporkan keuntungan operasional sebesar USD1,2 miliar (Rp16,1 triliun).

Jumlah tersebut lebih tinggi dari keuntungan yang diprediksikan sebelumnya, yaitu sekitar USD1,01 miliar (Rp13,5 triliun). Keuntungan tersebut dilaporkan berasal dari kesepakatan lisensi paten berjangka lama, sebesar sembilan persen, yang ditandatangani oleh Nokia dan Huawei.

Kesepakatan dua perusahaan ini berkontribusi sebesar USD260,4 juta (Rp3,5 miliar), dengan lebih pendapatan lebih banyak dari yang diperkirakan selama kontrak keduanya berlangsung.

Memperoleh hasil yang baik, keuntungan bisnis jaringan Nokia mengalami penurunan sebesar 25 persen dari tahun sebelumnya.

Sebagai perbandingan, keuntungan bisnis jaringan Nokia tahun 2017 lalu sebesar USD802,28 juta (Rp10,8 miliar), lebih rendah dari keuntungannya pada tahun 2016 yaitu sebesar USD1.064 miliar (Rp14,2 triliun).

CEO Nokia Rajeev Suri menyebut penurunan profit diperkirakan berlanjut selama tahun 2018, kecuali operator di wilayah Amerika Utara memutuskan menggunakan jaringannya, yang akan memperbaiki situasi ini.

Selain itu, penurunan ini juga diperkirakan dapat menjadi lebih besar lagi karena Nokia memutuskan untuk tidak membeli raksasa jaringan lain yaitu Alcatel-Lucent seharga USD16,6 miliar (Rp22,8 triliun) pada tahun 2016 lalu.

Perlambatan finansial ini disebabkan oleh siklus 4G yang hampir mencapai waktu akhirnya, sedangkan penyedia jaringan internet belum bersiap terkait belanja peralatan 5G. Pesaing Nokia, Huawei dan Ericsson juga merasakan dampak serupa, dengan Ericsson melaporkan difisit finansial pada kuartal konsekutif kelima.

Namun, Suri memprediksi pada tahun 2019 dan 2020, kondisi pasar akan bertumbuh secara signifikan, didorong oleh pengguliran jaringan 5G dalam skala penuh. Suri juga memperkirakan Nokia akan memperoleh keuntungan operasional sebesar 12 persen pada tahun 2020.

Peningkatan keuntungan juga diperkirakan akan berasal dari kesepakatan lisensi dengan Xiaomi dan Apple yang ditandatangai Nokia pada tahun 2017. Selama tahun lalu, keuntungan bersih Nokia dilaporkan sebesar USD19,84 juta (Rp266,3 miliar).


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.