Baidu Gandeng BlackBerry Garap Mobil Otonom

Cahyandaru Kuncorojati    •    Kamis, 04 Jan 2018 09:09 WIB
blackberrybaidu
Baidu Gandeng BlackBerry Garap Mobil Otonom
Di tahun 2010 BlackBerry mengakuisisi perusahaan pengembang sistem operasi QNX yang ditujukan untuk pengembangan sistem teknologi pada kendaraan.

Jakarta: Nama BlackBerry mungkin makin meredup di industri ponsel pintar, tapi perusahaan ini masih cukup sehat di bisnis software. Perusahaan ini digandeng Baidu dalam mengembangkan mobil otonom.

Dilaporkan Reuters, Blackberry sepakat membantu perusahaan internet raksasa Tiongkok tersebut. Seperti yang diketahui Baidu tengan menyiapkan mobil otonom mereka bernama Apollo.

Baidu ingin software sistem operasi QNX yang dikembangkan Baidu digunakan sebagai platform mobil otonom Apollo. Sistem operasi QNX sendiri memang sudah dipersiapkan untuk mendukung sistem teknologi informasi pada mobil.

Awalnya, QNX dikembangkan oleh perusahaan bernama QNX Software System yang kemudian diakuisisi oleh BlackBErry pada tahun 2010 dan sempat tampil di ajang CES 2017 di Las Vegas.

Nantinya, Baidu ingin menyematkan fitur keamanan serta fitur asistsn digital suara buatannya ke sistem operasi QNX, seperti fitur Baidu CarLife yang membuat mobil otonom bisa terhubung ke aplikasi di ponsel pintar dan juga DuerOS yakni asisten dengan kecerdasan buatan yang juga dikembangkan Baidu.

"Kami bertujuan mencipatakan mobil yang sepenuhnya otonom dengan tetap memprioritaskan keamanan dan keselamatan dalam teknologinya. Kerja sama ini akan membantu kami mewujudkan purwarupa yang kami buat untuk mulai diproduksi serta memperkuat ekosistem pengembangan mobil otonom," beber General Manager Baidu Intelligent Driving Group Li Zhenyu.

General Manager BlackBerry QNX John Wall menuturkan kerja sama ini memberikan kesempatan bagi sistem operasi QNX untuk masuk keteknologi pengembangan mobil otonom yang lebih luas dan QNX bisa melengkapi ekosistem mobil otonom dari sisi keamananya.


(MMI)

Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.