Setelah Online, Alibaba Bangun Pusat Belanja

Lufthi Anggraeni    •    Rabu, 06 Sep 2017 13:07 WIB
alibaba
Setelah Online, Alibaba Bangun Pusat Belanja
Alibaba dilaporkan membangun pusat perbelanjaan di sekitar kantor pusatnya di Hangzhou, Tiongkok.

Metrotvnews.com: Raksasa e-commerce Tiongkok, Alibaba, dilaporkan membangun pusat perbelanjaan setinggi lima lantai di area sekitar kantor pusatnya di Hangzhou, Tiongkok. Bangunan yang dinamai More Mall tersebut berdiri di lokasi seluas 40 ribu meter persegi dan akan mulai beroperasi pada bulan April 2018 mendatang.

Menurut Engadget, mall tersebut akan diisi oleh sejumlah merek dari platform e-commerce TaoBao miliknya dan sejumlah peritel baru di bidang teknologi, seperti cermin pengujian makeup dan ruang ganti virtual. Alibaba juga telah mengembangkan sejumlah ritel fisik-digital lain sejak tahun 2015 lalu, diawali dengan meluncurkan layanan Hema.

Layanan Hema memungkinkan pengguna untuk memesan produk sehari-hari mereka melalui aplikasi mobile, yang nantiknya akan hadir dalam bentuk toko fisik yang dilaporkan juga akan tersedia di More Mall. More Mall merupakan langkah formatif Alibaba untuk mencapai tujuan menggabungkan ritel digital dan fisik dengan logistik dan unit data guna mendapatkan pemahaman kohesif terkait cara masyarakat dalam berbelanja.

Tindakan yang dilakukan oleh Alibaba ini bukanlah hal baru di ranah perdagangan online ke offline. Pada bulan Juni lalu, Amazon membeli peritel Whole Foods. Pembelian Amazon tersebut ditujukan untuk memperoleh data dengan lebih cepat sehingga dapat mendominasi industri dengan mengaplikasikan pasokan infrastruktur pendistribusian yang stabil.

Hal ini dilakukan guna bertahan di tengah persaingan ketat, dengan bantuan penawaran harga yang sangat terjangkau. Kedua raksasa e-commerce ini tidak puas dengan pencapaian mereka di negara asalnya masing-masing. Karena itu, Amazon memperluas cakupan layanan Prime miliknya ke wilayah Tiongkok pada bulan Oktober lalu sementara Alibaba menghadirkan sistem pembayaran mobile di hampir empat juta toko di wilayah Amerika pada bulan Mei lalu.

Alibaba Group juga melakukan eksperimen dengan membuat kafe tanpa kasir serta memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan dan teknologi big data dalam metode pembayaran tanpa uang kas yang digunakannya. Mendukung metode pembayaran pada kafe tersebut, Alibaba memanfaatkan layanan pembayaran elektronik miliknya sendiri, yaitu Alipay.

Sementara itu pada acara Computing Conference di Shanghai, Alibaba Cloud, penyedia layanan komputasi cloud dari Alibaba Group, mengumumkan bahwa mereka akan membuka 2 data center baru yang berlokasi di Jakarta, Indonesia dan Mumbai, India. Kedua data center itu akan mulai didirikan pada tahun fiskal ini, yang berakhir pada 31 Maret 2018. 


(MMI)