AS dan Rusia akan Kerja Sama untuk Buat Stasiun Luar Angkasa di Bulan

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Jumat, 29 Sep 2017 10:24 WIB
antariksarusianasa
AS dan Rusia akan Kerja Sama untuk Buat Stasiun Luar Angkasa di Bulan
NASA dan Roscosmos setuju untuk adakan penelitian buat stasiun luar angkasa di Bulan. (Geoff Moore/REX)

Metrotvnews.com: Badan luar angkasa Amerika Serikat dan Rusia, NASA dan Roscosmos, telah menandatangani pernyataan yang menunjukkan bahwa mereka bersedia untuk bekerja sama di stasiun luar angkasa di bulan di masa depan. 

Perjanjian tersebut menunjukkan "visi yang sama' untuk mengirimkan tim berawak untuk menjelajah tata surya. Namun, dokumen itu tidak membahas tentang rencana atau dana pasti dari misi tersebut. Selain itu, kedua badan luar angkasa itu juga tidak menjanjikan komitmen untuk membangun stasiun luar angkasa yang dimaksud. 

The Verge melaporkan, dokumen ini ditandatangani dalam Kongres Kedirgantaraan Internasional ke-68 di Adelaide, Australia. Ini merupakan bagian dari proyek deep space yang NASA umumkan pada tahun ini. Tujuan dari proyek ini adalah untuk "memperluas jangkauan manusia di tata surya" dengan membangun stasiun luar angkasa seperti ISS di orbit bulan. 

Stasiun luar angkasa tersebut akan dilengkapi dengan habitat kecil untuk para astronot. Selain itu, ia juga akan mampu menampung pesawat yang mampir dan berfungsi sebagai "gerbang ke deep space dan permukaan bulan," ujar NASA. Mereka juga menyebutkan, proyek seperti ini diperlukan untuk melakukan penjelajahan ke Mars, yang ingin dicapai pada 2030-an. 

Perjanjian antara NASA dan Roscosmos berarti keduanya akan bekerja sama untuk mengidentifikasi tujuan penjelajahan bersama dan juga menetapkan standar teknis untuk membuat sistem penambatan pesawat dan pendukung kehidupan. 

Menurut laporan media Rusia, Interfax, Head of Roscosmos, Igor Komarov mengatakan bahwa modul pertama untuk stasiun luar angkasa di bulan akan dibangun pada sekitar 2024-2026. Dia juga berkata, perjanjian ini memberikan kesempatan pada negara-negara lain, seperti Tiongkok, India, Brasil, dan Afrika Selatan, untuk berkontribusi dalam proyek ini, jika NASA dan Roscosmos setuju. 

Namun, saat ini, rencana NASA terkait proyek penjelajahan deep space tidak lebih dari rencana. Perjanjian akhir untuk membuat stasiun luar angkasa di bulan akan membutuhkan riset yang lebih dalam. Ada kemungkinan, rencana itu tidak bisa direalisasikan. 


(MMI)

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2
Review Smartphone

Begini Performa Ponsel Selfie Xiaomi Redmi S2

2 weeks Ago

Xiaomi masuk industri smartphone selfie dengan merilis Xiaomi Redmi S2. Begini performanya. …

BERITA LAINNYA
Video /

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.